Ketua RT: penggerebekan lokasi prostitusi di Lubuk Buaya bukan pertama kali (video)

id Prostitusi Padang,Prostitusi Lubuk Buaya,Polda Sumbar

Ketua RT: penggerebekan lokasi prostitusi di Lubuk Buaya bukan pertama kali (video)

Ketua RT 04 RW 20 Zainal Arifin (ANTARA/ Mario Sofia Nasution)

Padang, (ANTARA) - Ketua RT 04 RW 20 Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Zainal Arifin mengatakan penggerebekan itu bukan yang pertama dilakukan terhadap rumah kos dan warung makanan milik Helen (54) yang diduga sebagai lokasi prostitusi di Jalan Adinegoro Kota Padang pada Jumat (14/1).

"Tempat itu sudah tiga kali di grebek baik Polsek Koto Tangah, Satpol PP namun saya tidak mengerti setelah itu kegiatannya kembali berjalan," kata dia di Padang, Selasa.

Ia mengaku mengenal pemilik bangunan yang digunakan sebagai tempat prostitusi tersebut.

Menurut dia Helen (54) merupakan warga asli di sana dan dia memiliki banyak tanah.

"Lahan yang ada di dekat komplek ini adalah milik dia. Dia itu wanita yang memiliki mental kuat atau 'bagak'," kata dia.

Ia mengatakan pernah berkomunikasi dengan pemilik tempat ketika ada pengerasan jalan yang melewati lahan miliknya

"Ada komunikasi di sana namun untuk kegiatan yang di sana dirinya kurang tau," katanya.

Baca juga: Ibu dan anak di Lubuk Buaya terjerat kasus prostitusi, berikut peran mereka

Sementara warga lainnya Ujang mengatakan di lokasi itu memang menyediakan wanita untuk pijit dan untuk mengaburkan pandangan di depannya ada jualan lontong malam.

"Banyak tamunya setiap malam baik bermotor maupun mobil. Orang di sini semua sudah tau lokasi itu tempat maksiat tapi tidak ada yang berani," katanya.

Ia berharap tempat tersebut ditutup karena berada di kawasan padat penduduk.

Gedung tersebut berada di pinggir jalan Adinegoro Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.

Bangunan tersebut dengan cat cokelat, dari luar tampilan seperti warung biasa namun ke belakangnya bangunan ini bertingkat.

Baca juga: Kasus prostitusi libatkan Ibu dan anak di Lubuk Buaya, MUI ajak masyarakat peduli

Ujang menyebutkan ada banyak kamar di dalam bangunan itu untuk melayani tamu yang datang.

"Di luar memang jualan lontong malam tapi itu baru beberapa bulan terkhir. Dulu itu tidak ada," katanya.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Barat mengungkap kasus prostitusi berkedok kos-kosan di Jalan Adinegoro Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang yang dijalankan oleh ibu dan anaknya d

Sebelumbya Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar Kombes Pol Imam Kabut Satriadi di Padang, Senin mengatakan ketika dilakukan penggerebekan pada Jumat (10/1), petugas mengamankan dua orang sebagai otak pelaku dari bisnis prostitusi itu yakni wanita berinisial H (54) dan anaknya berinisial D (30).

Ia mengatakan sang ibu berinisial H alias Hel sebagai mami yang mengendalikan operasional binsis protitusi dan menerima semua uang hasil tersebut.

Sementara anaknya berinisial D alias Suc berperan mencarikan wanita dewasa maupun anak di bawah umur untuk dipekerjakan melayani lelaki hidung belang.

Dalam penggerebekan, petugas menemukan lima orang di dalam rumah tersebut. Dua orang yaiti H dan D ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan tiga orang wanita dan salah satunya anak di bawah umur ditetapkan sebagai korban kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Baca juga: Lokasi prostitusi di Lubuk Buaya memiliki beking kuat, ini pengakuan warga sekitar (Video)



Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar