Warga: harga eceran elpiji bersubsidi di Padang Pariaman Rp30.000/tabung

id elpiji bersubsidi mahal,elpiji bersubsidi langka,harga elpiji

Pekerja merapikan gas elpiji tiga kilogram yang kosong, di sebuah pangkalan di Padang, Sumatera Barat, Selasa (23/10/2018). Warga Padang mengeluhkan sulitnya mencari gas elpiji tiga kilogram subsidi tersebut di tingkat pengecer karena stok kosong, sementara harga jualnya melampaui Harga Eceren Tertinggi (HET) yakni dari Rp17 ribu per tabung, mencapai Rp24 ribu per tabung. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/18)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Harga elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mencapai Rp30.000 per tabung karena habisnya stok bahan bakar tersebut di tingkat agen dan pangkalan daerah itu.

Salah seorang warga Kecamatan Nan Sabaris, Tuti (43) mengatakan ia terpaksa membeli elpiji di pengecer atau di kedai dengan harga Rp30.000 per tabung karena ketika ke pangkalan stok bahan bakar itu sering habis.

"Harga tersebut terjadi semenjak beberapa minggu terakhir," katanya di Nan Sabaris, Selasa.

Ia menyampaikan alasan pengecer menaikkan harga elpiji ukuran tiga kilogram tersebut karena stok bahan bakar tersebut yang susah diperoleh.

"Daripada susah carinya, ya saya beli saja dengan harga begitu," katanya.

Baca juga: Warga Pariaman keluhkan pasokan elpiji bersubsidi

Elpiji yang dibeli oleh Tuti digunakan untuk memasak kebutuhan sehari-hari dan bisa bertahan selama dua minggu.

Hal yang sama juga dirasakan oleh warga di Kecamatan Sungai Geringging karena elpiji ukuran bersubsidi itu dijual dengan harga Rp30.000 per tabung.

Salah seorang warga di daerah itu, Ari (28) terpaksa membeli elpiji di Pasar Sungai Geringging akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar tersebut di daerah itu.

"Padahal biasanya banyak yang jual di sedekat rumah," tambahnya.

Hal serupa juga dikeluhkan oleh warga kecamatan itu, Jaz (38) yang mana ia mengatakan sulitnya membeli elpiji ukuran tiga kilogram di tingkat agen karena gudang penyimpanan yang sering tutup.

"Saya hanya dapat membeli elpiji pada saat truk mengantarkan ke gudang agen dan ketika agen datang menjemput elpiji dari gudang untuk dibawa ke tempat lain," ujarnya.

Baca juga: Harga elpiji bersubsidi di Agam mencapai Rp30.000 pertabung

Akibatnya warga di daerah itu harus membeli elpiji di tingkat pengecer.

Hal serupa juga dirasakan oleh warga Kecamatan Enam Lingkung, Eka (42) mengatakan ia lebih memilih untuk membeli elpiji di tingkat pengecer dengan harga Rp25.000 per tabung.

"Soalnya gudang agen di dekat lokasi rumah saya sering tutup kalau pun buka elpiji-nya pun sering habis," kata dia.

Sementara itu, salah seorang pengelola pangkalan elpiji di Kecamatan Nan Sabaris, Samsidar (66) mengatakan sejak kemarin stok elpiji di tempatnya habis.

"Kekosongan stok ini paling lama terjadi selama tiga hari," ujar dia.

Baca juga: Gawat, harga elpiji tiga kilogram di Solok Selatan tembus Rp28 ribu

Ia menyebutkan biasanya pangkalannya mendapat elpiji 320 tabung per minggu yang dikirimkan secara bertahap.

Ia menyatakan bahwa pihaknya menjual elpiji tersebut sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp17.000 per tabung. (*)

Baca juga: Di Pesisir Selatan elpiji tiga kilogram dijual Rp25 ribu per tabung
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar