
Tinggal Klik, Aplikasi Mobile JKN mudahkan Novrilla akses Layanan BPJS Kesehatan

Padang (ANTARA) - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan terus memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, karena pada dasarnya jaminan kesehatan telah menjadi kebutuhan dasar yang perlu untuk dimiliki setiap masyarakat Indonesia. Novrilla Lathivolya R. (21) salah seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Kecamatan Pauh Kota Padang menceritakan pengalamannya mengakses pelayanan fasilitas kesehatan dengan Aplikasi Mobile JKN. Novrilla telah merasakan manfaat Program JKN saat berobat gangguan pendengaran.
Novrilla menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan sangat membantu dirinya. Tidak hanya dari segi pembiayaan saja, namun rasa aman bagi dirinya dan keluarga dari ketidakpastian kondisi sakit yang mungkin menyerang kesehatannya kapan saja, dengan akses layanan kesehatan yang berkualitas melalui Program JKN.
“Saya terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan jenis kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Terakhir kali saya mengakses layanan kesehatan melalui Program JKN saat mengalami gangguan pendengaran, telinga saya berdengung dan tidak nyaman. Saya bersyukur biaya perawatannya bisa ditanggung semua oleh BPJS Kesehatan. Dalam proses pengobatan, lima kali dari biaya pengobatan saya selama di rujuk ke poli THT ditanggung semua oleh Program JKN. Saya sangat nyaman dengan layanan dari perawat maupun dokternya,” ujar Novrilla.
BPJS Kesehatan menganut prinsip gotong royong yang berarti bahwa peserta saling membantu melalui pembayaran iuran setiap bulannya, sehingga dapat membantu penjaminan dari biaya kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat, yang telah menjadi peserta. Kendati sebagai seorang peserta BPJS Kesehatan, dirinya tidak mengalami perbedaan atau diskriminasi selama memanfaatkan akses layanan kesehatan.
“Saya merasa terbantu, awalnya saya merasa jumlah iuran yang terkumpul atau yang sudah saya bayarkan saat itu harusnya belum sesuai dengan besaran biaya pengobatan, karena yang saya dengar biaya pengobatannya cukup besar. Kendati saya harus secara berulang mendapatkan pengobatan di poli klinik rumah sakit, meskipun saya baru terdaftar beberapa bulan, saya sudah bisa mendapatkan perawatan yang harusnya lebih mahal dari iuran yang telah terkumpul tiap bulannya,” ungkap Novrilla.
Novrilla juga menyoroti terkait digitalisasi pelayanan BPJS Kesehatan di fasilitas kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN untuk antre secara daring. Selain itu ada fitur skrining riwayat kesehatan dan konsultasi dokter yang menjadi fitur paling sering dimanfaatkan.
“Saya sudah mencoba menggunakan Aplikasi Mobile JKN melalui smartphone. Fitur yang saya gunakan adalah pengambilan nomor antrean secara online yang saya rasa sangat membantu sekali. Terbantunya karena saya tidak perlu datang cepat-cepat lagi ke Puskesmas hanya untuk dapat antrian lebih awal, jadi sudah bisa ambil nomor antrean melalui Aplikasi Mobile JKN dan tinggal menunggu dari rumah saja,” ujar Novrilla.
Selain itu ia juga apresiasi dan menggunakan fitur skrining riwayat kesehatan untuk mendeteksi risiko penyakit tertentu dan juga fitur konsultasi dokter. Novrilla sangat bersyukur dengan kehadiran fitur-fitur digital itu yang dapat memudahkan dan mempercepat akses layanan baik itu di kantor BPJS Kesehatan maupun di fasilitas kesehatan.
“Adanya fitur-fitur ini sangat memudahkan sekali bagi saya, terutama untuk efisiensi waktu dan kemudahan akses karena banyak layanan yang bisa diakses tanpa perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan maupun fasilitas kesehatan. Jadi digitalisasi layanan yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan sangat bagus sekali, saya bisa mengakses pelayanan secara mudah cukup dari rumah saja. Dengan demikian, sebagai mahasiswa yang juga sambil magang bisa meminimalisasi penggunaan waktu saya karena semuanya bisa diakses melalui smartphone,” kata Novrilla.
Novrilla mengaku akan sering memanfaatkan fitur di Aplikasi Mobile JKN. Dirinya mengatakan Aplikasi Mobile JKN mudah untuk dioperasikan sehingga tidak terdapat kendala saat menggunakannya. Menurutnya, anak muda kaum gen Z harus memakai aplikasi ini saat mengakses layanan ke fasilitas kesehatan.
"Pada era yang serba digital ini sudah tidak zaman untuk datang ke kantor pelayanan publik kemudian harus antre seharian. Melalui Aplikasi Mobile JKN, sudah cukup membantu saya saat membutuhkan pelayanan administrasi maupun layanan lainnya. Begitu juga ketersediaan jumlah kamar rawat inap di rumah sakit juga dapat dilihat dari Aplikasi Mobile JKN. Jadi cukup canggih memang Aplikasi Mobile JKN ini," tambahnya.
Novrilla menuturkan kehadiran Program JKN telah banyak membantu masyarakat, termasuk keluarganya saat sakit. Melalui program ini, Novrilla tidak perlu memusingkan biaya berobat karena semua dijamin tanpa ada batasan, selama sesuai dengan indikasi medis.
"Saya berharap pelayanan kesehatan pada Program JKN semakin baik, agar semakin banyak masyarakat yang terbantu. Saya salah satu dari jutaan Peserta JKN yang telah merasakan manfaatnya. Kedepannya BPJS Kesehatan terus menyempurnakan Aplikasi Mobile JKN dan layanan Program JKN,” ujar Novrilla.
Pewarta: Miko Elfisha
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
