Astaga, oknum dosen PTN di Padang dilaporkan ke polisi karena lecehkan mahasiswi di toilet fakultas

id Polda Sumbar,dosen PTN,lecehkan mahasiswa,PTN di Padang,PTN di Sumbar,pelecehan seksual,UNP,Unand,dosen lecehkan mahasiswi,dosen PTN lecehkan mahasisw

Astaga, oknum dosen PTN di Padang dilaporkan ke polisi karena lecehkan mahasiswi di toilet fakultas

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto. (Ist)

Padang, (ANTARA) - Salah seorang mahasiswi perguruan tinggi negeri di Kota Padang, Sumatera Barat mengalami pelecehan seksual dari oknum dosen di toilet fakultas yang ada di kampus tersebut

Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto di Padang, Jumat, mengatakan kasus ini terjadi pada 10 Desember 2019 dan muncul setelah korban memberanikan diri melapor kepada pihak kepolisian.

Ia mengatakan mahasiswi tersebut melapor kepada Polda Sumatera Barat dan laporan korban diterima dan teregistrasi tanggal 15 Januari 2020 dengan nomor: LP/17/I/2020/SPKT-BR.

Ia menjelaskan tindakan pelecehan dilakukan oknum dosen kepada mahasiswi ini bermula dari adanya kegiatan mahasiswa.

Dari keterangan korban sesuai laporan. Awal adanya kegiatan mahasiswa dan terlapor yaitu oknum dosen meminta sesuatu yang panas-panas, kemudian membawa pelapor ke dapur yang berada di lantai dua.

Kemudian ketika oknum dosen dan mahasiswi berada di dapur itu. Oknum dosen langsung menarik korban ke dalam toilet dan terjadilah tindakan dugaan pelecehan seksual.

Selain itu oknum dosen tersebut sempat menguncikorban di dalam toilet tersebut.

Ia mengatakan kasus dan laporan korban akan ditindaklanjuti.

Laporan yang masuk akan diteruskan ke bagian yang berwenang dalam kasus pelecehan seksual yang akan ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).

Ia mengatakanpihaknya akan menindaklanjuti dengan pemanggilan saksi korban, dan terlapor untuk dimintai keterangan.

"Kami minta bersabar, karena ini kasus asusila. Kami pasti akan menindaklanjuti laporan korban," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar