Mahasiswa Unitas sosialisasikan bahaya narkoba di Padang Pariaman

id narkoba

Ketua Kelompok 13 Kuliah Kerja Nyata mahasiswa Unitas di Korong Palambayan, Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang Doni Novriadi (kanan) sedang memberikan sambutan pada sosialisasi bahaya narkoba di nagari tersebut, Sabtu (11/8). (ANTARA SUMBAR/Aadiaat M. S).

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menyosialisasikan tentang bahaya narkoba kepada warga Nagari Toboh, Kecamatan Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman.

"Sosialisasi tentang bahaya narkoba ini merupakan rangkaian dari kegiatan kuliah kerja nyata kami di sini," kata Ketua Kelompok 13 Kuliah Kerja Nyata mahasiswa Unitas di Korong Palambayan, Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang Doni Nofriadi di SDN 05 kecamatan setempat, Sabtu.

Ia menyampaikan dipilihnya sosialisasi tentang bahaya narkoba tersebut karena Padang Pariaman merupakan daerah yang menjadi kabupaten/kota rawan peredaran barang haram itu.

Oleh karena itu, lanjutnya dalam sosialisasi tersebut pihaknya mengajak semua elemen untuk menyosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat.

"Mulai dari Badan Narkotika Kabupaten Padang Pariaman, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, kepolisian, dan pemerintah nagari serta korong kita ajak kerjasama untuk menyosialisasikan tentang bahaya narkoba," katanya.

Ia berharap melalui sosialisasi tersebut dapat membantu pemerintah setempat dalam menekan peredaran narkoba di daerah itu.

"Bahkan kalau bisa tidak ada lagi narkoba di Padang Pariaman," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Narkotika Kabupaten Padang Pariaman, Suhatri Bur mengatakan saat ini Padang Pariaman berada pada peringkat ke tiga peredaran narkoba di Sumbar.

"Oleh karena itu kami mengapresiasi mahasiswa Unitas karena peduli terhadap maraknya peredaran narkoba di Padang Pariaman, " ujarnya.

Ia menekankan kepada seluruh pihak untuk selalu menyosialiasikan tentang bahaya narkoba kepada warga setempat agar daerah itu bisa bebas dari barang haram tersebut.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar