Realisasi IB Padang Pariaman 2024 turun jadi 12 ribu dosis

id Realisasi IB Padang Pariaman,Padang Pariaman, Sumatera Barat

Realisasi IB Padang Pariaman 2024 turun jadi 12 ribu dosis

Sejumlah petugas Inseminasi Buatan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat sedang menyuntikkan spema sapi pilihan kepada sapi betina di daerah itu. Antara/HO-Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan Padang Pariaman 

Parik Malintang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat mencatat realisasi inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik terhadap ternak sapi dan kerbau pada 2024 mencapai sekitar 12 ribu dosis yang hal itu terjadi penurunan sekitar 3 ribu dosis dari tahun-tahun sebelumnya akibat berkembangnya penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Terjadi penurunan dari tahun-tahun sebelumnya karena PMK jumlah dosis IB yang disuntikkan menurun," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Padang Pariaman Zulkhailisman di Parik Malintang, Sabtu.

Ia mengatakan pada 2015 sampai 2022 rata-rata petugas IB di daerah itu dapat menyuntikkan sekitar 15 ribu dosis sel sperma jantan kepada ternak betina.

Ia menyampaikan penurunan tersebut terjadi karena banyak ternak yang terganggu kesehatannya sehingga berdampak pada keinginan untuk kawin.

"Kalau ternak badannya panas tentu birahinya (keinginan untuk kawin terganggu," katanya.

Namun, lanjutnya kemungkinan lainnya meskipun ternak tersebut menunjukkan birahi akan tetapi peternak dan petugas IB tidak mau melakukan karena kesehatannya ternak itu sedang terganggu.

Ia mengatakan sebelumnya IB merupakan merupakan program pemerintah pusat sehingga seluruh sarana dan prasarana bahkan operasional dibiayai melalui APBN.

Namun, kata dia dalam dua tahun terakhir program IB dijalankan secara swadaya sehingga biaya pelaksanaannya dibebankan kepada peternak.

"Jadi sekarang petugas IB yang menyediakan bibit dan peralatannya, mereka membeli secara mandiri," ujarnya.

Ia menyebutkan biaya IB tersebut pun tergantung dari bibit sperma ternak yang disuntikkan dan lokasi ternak berada.

"Namun pada dasarnya biayanya rata-rata Rp100 ribuan per ekor," kata dia.

Ia menyebutkan pihaknya memiliki 28 petugas IB yang terdiri dari 22 orang petugas swadaya atau non Aparatur Sipil Negara sedangkan sisanya merupakan Pegawai Negeri Sipil setempat yang merangkap sebagai petugas IB.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat mencatat populasi ternak sapi di daerah itu meningkat sekitar 472 ekor dari 42,2 ribu ekor pada 2023 menjadi 42,6 ribu ekor pada 2024.

"Memang secara nasional ada peningkatan populasi sapi sekitar 1 sampai 3 persen, nah di Padang Pariaman peningkatan terjadi sekitar 1,5 persen," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padang Pariaman Zulkhailisman di Parik Malintang.

Berbeda dengan kerbau yang populasi mencapai 11.121 ekor pada 2024. Populasi kerbau terus mengalami penurunan akibat tingginya angka pemotongan ternak itu pada lebaran.