Bersenjata tajam dua pemuda berduel di Pasar Ateh Jam Gadang, begini akibatnya

id berita bukittinggi,berita sumbar,sajam

Bersenjata tajam dua pemuda berduel di Pasar Ateh Jam Gadang, begini akibatnya

Lokasi kejadin perkelahian menggunakan senjata tajam di Bukittinggi. (Antarasumbar/Al Fatah)

Kejadian sekitar pukul 03.30 WIB,
Bukittinggi (ANTARA) - Dua orang pemuda terlibat perkelahian dengan menggunakan senjata tajam di pelataran Pasar Ateh, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Selasa, seorang diantaranya terluka dan meninggalkan jejak darah berserakan di lokasi kejadian.

"Kejadian sekitar pukul 03.30 WIB, saya terbangun dan melihat dua orang yang sepertinya pengamen, keduanya menggunakan pisau," kata seorang warga, AL (25) di Bukittinggi, Selasa.

Ia mengatakan tidak mengetahui kelanjutan kejadian itu karena takut dan merasa risih dengan adanya perkelahian menggunakan senjata tajam itu.

Kejadian ini kemudian diselidiki oleh petugas Kepolisian Kota Bukittinggi dan Kodim 0304 Agam dan di lokasi kejadian juga diamankan oleh Satpol-PP Bukittinggi.

"Korban atas inisial DR (28) merupakan seorang pengamen asal Palembayan, Kabupaten Agam dan beralamat di Belakang BMW 2000 Anak Air Bukittinggi," kata Kapolsek Kota Bukittinggi, AKP Deny Akhmad Hamdani, Selasa.

Ia mengatakan korban sudah dilakukan perawatan di Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi dengan luka di bagian pergelangan tangan sebelah kiri akibat luka oleh sajam.

Ia mengatakan kejadian berawal dari perselisihan di antara pelaku dan korban sebelumnya hingga terjadi perkelahian dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau.

"Keterangan sementara, mereka juga telah ada masalah, kemudian saling dorong mendorong dan kemudian pelaku lari menuju arah parkiran pasar atas dan dikejar oleh korban," kata Kapolsek.

Menurutnya, saat itu korban melihat pelaku mengeluarkan sebilah pisau dan juga korban mengeluarkan pisau yang telah sama-sama mereka hingga terjadi perkelahian berdarah.

Kapolsek menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan penyeldikan mendalam dan mencari pelaku.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2022