Tiga hari posko penyekatan beroperasi, belum ada pemudik yang diputar balik di perbatasan Pasaman

id berita pasaman, berita sumbar, pos penyekatan

Tiga hari posko penyekatan  beroperasi, belum ada pemudik yang diputar balik di  perbatasan Pasaman

Salah seorang pengendara di berhenti oleh Tim Gabungan petugas Pos penyekatan di Muaro Cubadak, Kecamatan Rao. (Antara/HO- Humas Polres Pasaman)

Lubuk Sikaping (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat selama tiga hari operasi penyekatan belum ada pemudik yang disuruh putar balik.

"Operasi penyekatan itu dilakukan di dua pos penyekatan dibantu oleh Tim gabungan dari instansi lain," kata Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Adriansyah di Lubuk Sikaping, Sabtu.

Tim gabungan instansi lain antara lain BPBD Pasaman, Pol PP Pasaman, TNI dan Brimob Polda Sumbar sebanyak 20 personel.

Ia menerangkan 20 Brimob itu ditugaskan di dua Pos penyekatan perbatasan masing-masing ditempatkan 10 personel.

Dua pos penyekatan tersebut antara lain Pos Muaro Cubadak, Kecamatan Rao, perbatasan antara Sumatera Barat dengan Sumatera Utara dan Pos Mapattunggul, Kecamatan Mapat Tunggul perbatasan dengan Sumatera Barat dengan Riau.

Ia menjelaskan selama di mulainya operasi penyekatan dari tanggal 6 sampai tanggal 8 Mei belum ada pemudik dari daerah lain yang masuk ke Wilayah Kabupaten Pasaman.

Hanya saja ada dari warga Riau melewati lokasi pos penyekatan, dalam keseharian memang untuk pergi berbelanja ke Pasar Mapatunggul jumlah kendaraan sebanyak 12 motor.

"Jadi mungkin 12 kendaraan itu tidak termasuk sebagai pemudik akan tetapi kita tetap melakukan pengecekan terhadap dengan cek identitas, bebas COVID-19 dan lainnya," katanya.

Sementara di Kecamatan Rao, perbatasan antara Sumatera Barat dengan Sumatera Utara masih sepi dan hanya melintas truk mobil pengangkut barang.

Ia mengimbau kepada para petugas di pos penyekatan untuk tetap semangat walau mungkin keadaan lelah serta jangan lengah utamakan penampilan, pelayanan simpatik kepada masyarakat.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar