Ayam kaki empat di Agam ditawar Rp50 juta

id ayam langka,ayam kaki empat,binatang langka

Ayam kaki empat di Agam ditawar Rp50 juta

Salah seorang pengunjung sedang melihatkan ayam memiliki kaki empat di Taratak, Jorong Tiga, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam. (ANTARA/Yusrizal)

​​​​​​​Lubukbasung, (ANTARA) - Ayam jenis broiler memiliki empat kaki milik Deliusman (54) peternak ayam di Taratak, Jorong Tiga, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat ditawar Rp50 juta oleh salah seorang warga Kota Batam, Kepulauan Riau.

"Ayam yang saya berinama siampek itu ditawar warga Batam dengan harga Rp50 juta," katanya di Lubukbasung, Senin.

Ia mengatakan, warga Batam yang tidak diketahui namanya itu menawar ayam melalui telepon genggam miliknya pada Jumat (6/12).

Sebelumnya, juga ada warga Garagahan menawar ayam itu sebesar Rp500 ribu dan Rp1,5 juta.

"Saya tidak akan menjual ayam itu dan akan dipelihara sampai besar mengingat ayam itu sangat langka," kataya.

Ia menambahkan, pihaknya akan membuat kadang khusus untuk ayam itu agar warga dengan mudah melihat ayam itu.

Saat ini, tambahnya, warga sudah berdatangan untuk melihat secara langsung ayam tersebut setelah dipublikasi oleh media online dan cetak.

"Warga sudah berdatangan ke kandang saya untuk melihat ayam yang berusia dua bulan itu," katanya.

Ayam itu pertama kali ditemukan dua bulan silam setelah bibit ayam datang dan langsung dimasukan ke kandang.

Saat itu, pensiunan mekanik mesin kelapa sawit itu menyangka bahwa anak ayam terinjak olehnya dan usus ayam sudah keluar.

Namun anak ayam tersebut langsung berlari kencang ke sisi lain kandang, sehingga ayam itu tidak ditemukan.

Keesokan harinya, bapak satu anak itu melihat anak ayam tersebut dan langsung menangkapnya.

"Anak ayam itu saya pelihara di kandang lain dan dipelihara sampai besar," katanya.

Pihaknya beternak ayam broiler itu selama empat bulan lalu setelah pulang ke kampung dan sebelumnya bekerja di Medan, Sumatera Utara.

Kandang dengan panjang 60 meter dan lebar delapan meter memiliki ayam 9.000 ekor.

Semenjak berternak itu, pihaknya telah menemukan tiga ekor ayam yang langka memiliki paruh yang berbeda yang diatas panjang dan dibawah pendek.

Setelah itu, menemukan ayam berwarna abu-abu dan berkaki empat. "Ayam memiliki paruh pendek itu di makan anjing," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar