TENTANG KAMI | INDEX | REDAKSI | IKLAN | RSS | PETA | KONTAK | KETENTUAN | FORUM | FACEBOOK | Twitter | REGISTER | SIGN IN
Jumat, 24 Maret 2017 - 26 Jumadil Akhir 1438 H

Peserta UNBK SMP Padangpariaman Bertambah

(ANTARA SUMBAR/Joko Nugroho)
Parit Malintang, (Antara Sumbar) - Peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat bertambah 278 siswa dari sebelumnya 565 siswa.

"Dengan bertambah itu maka jumlah totalnya menjadi 843 siswa," kata Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padangpariaman, Yunendri Eka di Parit Malintang, Jumat.

Ia menerangkan bertambahnya jumlah tersebut karena Dinas Pendidikan provinsi belum lama ini menginformasikan bahwa jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) yang bisa menyelenggarakan UNBK di daerah itu telah bertambah satu sekolah.

"Sekolah tersebut yaitu SMA Negeri 1 Lubuk Alung," katanya.

Dengan bertambahnya jumlah SMA yang bisa menyelenggarakan UNBK maka siswa SLTP terdekat bisa mengikuti UNBK di sekolah tersebut.

Adapun sekolah yang bisa mengikuti UNBK serta SMA tempat mereka ujian yaitu SMP Negeri 1 Sintuak Toboh Gadang dengan 186 siswa dan SMP Negeri 2 Sintuak Toboh Gadang dengan 112 siswa menumpang ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sintuak Toboh Gadang.

Sedangkan SMP Negeri 1 2X11 Enam Lingkung dengan 267 siswa menumpang ke SMA Negeri 1 2X11 Enam Lingkung. Lalu SMP Negeri 1 Lubuk Alung dengan 278 siswa menumpang ke SMA Negeri 1 Lubuk Alung.

Ia menjelaskan ketergantungan jumlah peserta UNBK di daerah itu terhadap jumlah SMA yang bisa menyelenggarakan UNBK disebabkan oleh komputer yang tidak mencukupi, server, jaringan Telkom tidak tersedia, serta tenaga teknologi informasi (IT).

Sebelumnya, peserta UNBK SLTP di Padangpariaman diikuti oleh 565 siswa yang berasal dari tiga sekolah, yaitu SMP Negeri 1 Sintuak Toboh Gadang, SMP Negeri 2 Sintuak Toboh Gadang, dan SMP Negeri 1 2X11 Enam Lingkung.

"Sebenarnya kami telah mempersiapkan 10 SLTP dari 60 SLTP di Padangpariaman namun hanya tiga sekolah yang bisa mengikuti UNBK," katanya.

Ia menyebutkan sekolah yang bisa mengikuti UNBK itu pun harus menumpang ke SMA terdekat yang bisa menyelenggarakan UNBK.

UNBK tersebut merupakan rencana pemerintah pusat untuk mengefisiensi waktu keluarnya hasil ujian dan memperkecil kecurangan yang terjadi pada saat ujian.

Ujian tersebut tidak diselenggarakan secara serentak agar siswa yang sekolahnya tidak memiliki sarana dapat mengikuti ujian di sekolah lain di rayon terdekat.

Tujuannya agar target pelaksanaan UNBK untuk SMA dan SMK mencapai 80 persen, sedangkan untuk SLTP sederajat mencapai 40 persen. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Azhari
         Hamparan hijau nan luas sejauh mata memandang ternyata bukan padang rumput, tapi kebun-kebun ...
Baca Juga