Cegah Stunting, Pj. Wako Padang Panjang serahkan PKMK Balita

id Pj. Wako Padang Panjang,PKMK Balita PADNG PANJANG,BERITA SUMBAR,BERITA PADNG PANJANG

Cegah Stunting, Pj. Wako Padang Panjang serahkan PKMK Balita

Pj. Wako Sonny. BP ajak instansi berikan pendampingan selama pemberian PKMK.

Padang Panjang (ANTARA) - Program pemberian Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus (PKMK) bagi anak berusia di bawah lima tahun (Balita) dapat mencegah stunting agar berat dan tinggi anak dapat segera mencapai normal sebelum anak berusia dua tahun. Sehingga mereka tumbuh dengan fisik dan kecerdasan yang bagus.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Walikota Padang Panjang, Sumatera Barat, Sonny Budaya Putra, A.P., M.Si., Kamis (4/4) di Aula Kantor Camat Padang Panjang Timur.

"Instansi terkait perlu memberikan pendampingan selama pemberian PKMK ini agar bisa dilihat perkembangan sasaran. Kita harap program ini menghasilkan akselerasi yang baik. Kita yakin, apabila program pemberian makanan bagi balita seperti ini terus berkelanjutan dan konsisten, maka penurunan angka stunting akan semakin cepat,” kata Sonny.

Sonny mengapresiasi semua pihak yang ikut berkontribusi dan sudah saling berkoordinasi untuk upaya pencegahan stunting di Kota Padang Panjang.

"Mudah-mudahan upaya dalam menurunkan stunting ini berjalan baik, sesuai dengan harapan kita bersama," harap dia.

Penyerahan PKMK di wilayah kerja UPTD Puskesmas Koto Katik meliputi 4 kelurahan diantaranya Koto Katik, Koto Panjang, Tanah Pak Lambik dan Guguk Malintang, dengan sasaran 849 balita.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Faizah menyebutkan, program ini bertujuan menurunkan angka stunting dan prevalensi stunting di wilayah kerja puskesmas.

"Kegiatan ini sudah direncanakan sejak tahun lalu.

Kita anggarkan masing-masing puskesmas Rp100 juta," kata Faizah.

Menurut dia PKMK berupa susu yang memicu berat badan anak, berdasarkan rekomendasi dokter spesialis anak yang dan dilaksanakan selama tiga bulan.

"Secara umum angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Koto Katik turun. Pada tahun 2022 berada di 9,7 persen. Pada tahun 2023 diangka 7,8 persen dan tahun 2024 pada Februari lalu diangka 6,23 persen," jelas dia.

PKMK diserahkan secara simbolis oleh Pj. Wali Kota didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan kepala Puskesmas Koto Katik dan Camat Padang Panjang Timur. (*)