Pariaman akan masukkan siaga bencana sebagai mata pelajaran di sekolah

id genius umar,kota tangguh bencana,pariaman rawan bencana,mata pelajaran siaga bencana

Pariaman akan masukkan siaga bencana sebagai mata pelajaran di sekolah

 Wali Kota Pariaman Genius Umar. (Antara Sumbar/Aadiaat M.S)

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) akan memasukkan materi siaga bencana sebagai mata pelajaran di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di daerah itu untuk menciptakan kota tangguh bencana.

"Saya sudah meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman terkait hal ini," kata Wali Kota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Jumat.

Ia mengatakan Pariaman memiliki 10 potensi bencana yang setiap saat mengancam di daerah itu. Untuk itu, imbuhnya perlu edukasi dini kesiapsiagaan bencana mulai dari tingkat pelajar tingkat sekolah dasar.

Ia menyampaikan edukasi terkait siaga bencana tersebut perlu dilakukan sehingga siswa di daerah itu mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa, tsunami atau bencana lainnya.

Selain itu, lanjutnya siswa di daerah itu juga diajak menanam pohon di pantai agar mereka paham fungsi tanaman yaitu untuk mengurangi dampak tsunami.

"Kita bergotong royong bersama siswa untuk menanam pohon pinago yang merupakan tanaman khas Pariaman," katanya.

Ia mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Sumbar untuk memasukkan materi siaga bencana jadi mata pelajaran di sekolah menengah atas di Pariaman.

Sebelumnya, Genius Umar menyebutkan ada 10 potensi bencana yang dapat mengancam daerah itu setiap saat sehingga seluruh elemen di harus menyatakan sikap siap siaga terhadap bencana.

"Dengan banyaknya potensi bencana ini maka seluruh elemen di Kota Pariaman harus tangguh terhadap bencana," kata dia di Pariaman.

Ke 10 potensi bencana itu yakni gempa bumi, tsunami, banjir, kekeringan, longsor, angin puting beliung, abrasi pantai, penyakit epidemik, kebakaran lahan dan perumahan, serta kegagalan teknologi.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar