65 orang diduga keracunan usai menyantap makanan di acara hajatan pernikahan

id Keracunan Massal ,BPBD Kabupaten Sukabumi,Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi,Daeng Sutisna ,Kabupaten Sukabumi,keracunan makanan

65 orang diduga keracunan usai menyantap makanan di acara hajatan pernikahan

Puluhan warga Kedusunan Ciangkrek, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jabar menjalani perawatan di ruang kelas akibat keracunan massal pascamenyantap hidangan hajatan pernikahan. (Foto: Aditya Rohman/Antaranews)

Sukabumi, (ANTARA) - Kasus keracunan massal di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat kembali terjadi, kali ini puluhan warga di Kedusunan Ciangkrek, Kampung Babakan diduga keracunan makanan dari salah satu warga yang mengadakan acara hajatan pernikahan.

"Dari hasil pendataan petugas kami yang di lapangan ada 65 warga Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan yang menjadi korban keracunan, tiga diantaranya harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Selasa.

Informasi yang dihimpun, keracunan massal tersebut terjadi usai warga menyantap hidangan di acara resepsi pernikahan, namun sekitar pukul 17.30 WIB pada Senin, (16/9) satu persatu warga mengeluh pusing, mual, muntah dan kerap bolak balik buang air besar.

Baca juga: Sejumlah karyawan pusing, mual dan muntah usai menyantap makanan yang disediakan perusahaan

Bahkan, hingga saat ini jumlah warga yang mengalami gejala keracunan terus bertambah. Namun, karena akses permukiman warga yang sulit ditembus kendaraan bermotor ditambah minimnya lampu penerangan dan sinyal atau jaringan alat komunikasi sehingga menjadi kendala petugas gabungan untuk mengevakuasi korban.

Namun, hingga Selasa, (17/9) sebagian warga yang menjadi korban keracunan sudah berangsur membaik. Tapi, karena jumlahnya cukup banyak pihaknya membutuhkan pelbet, obat-obatan dan air minum.

"Lokasi cukup jauh dari jalan utama sekitar tujuh kilometer, tetapi petugas medis sudah tiba di lokasi dan memberikan pengobatan kepada warga yang mengalami gejala keracunan," tambahnya.

Daeng mengatakan dalam penanganan kasus keracunan massal ini pihaknya juga berkoordinasi dengan unsur kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, Muspika Simpenan dan pemerintah desa setempat.

Baca juga: Polisi bentuk tim investigasi selidiki kasus keracunan di resepsi perkawinan

Selain itu, sebanyak 11 unit mobil ambulans dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, puskesmas serta ambulans desa disiagakan untuk sewaktu-waktu digunakan dalam mengevakuasi warga.

Petugas pun saat ini masih melakukan evaluasidan penanganan ke lokasi dan tim dari dinas kesehatan mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal tersebut.

Sebelumnya, sebanyak 65 warga Kampung Pangkalan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang mayoritas merupakan anak-anak mengalami keracunan usai menyantap nasi uduk yang dibagikan dari salah seorang warga usai acara tahlilan (11/9).

Baca juga: Korban keracunan makanan di Dharmasraya mulai pulih, 21 orang diperbolehkan pulang

BPBD pun mengimbau kepada warga apabila terdapat kejadian serupa ataupun lainnya dapat menghubungi call center di (0266) 6323717. Sementara untuk perkembangan kasus ini, informasi selanjutnya akan dilakukan update secara berkala apabila terdapat laporan tambahan. (*)

Baca juga: Dharmasraya Tanggung Biaya Pengobatan Korban Keracunanmakanan

Baca juga: BPOM: Makanan korban keracunan tidak mengandung zat kimia berbahaya

Baca juga: Korban Meninggal Keracunan Makanan di Dharmasraya Bertambah

Baca juga: Seorang warga meninggal, puluhan ibu-ibu dirawat usai menyantap lontong di acara Yasinan

Baca juga: 14 warga keracunan gara-gara ikan "sembilan"


Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar