Pulau Punjung (ANTARA) - Kaum Pasukuan Mandahiliang di Nagari Sikabau, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) menggelar tradisi Ziarah Rumah Gadang sebagai sarana silaturahmi dalam rangka merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah.
"Ini merupakan acara rutin yang digelar setiap tahunnya, adalah kesempatan baik sebagai sarana silaturahmi antara mamak, dan cucu kemenakan, bundo kanduang, dan antar sesama," kata Pucuk Pimpinan Suku Mandahiliang, Jamhur Dt Jati, di Pulau Punjung, Selasa.
Ia mengatakan Ziarah Rumah Gadang adalah acara puncak dari beberapa rangkaian tradisi tahunan keluarga besar pasukuan Mandahiliang menyambut puasa dan Lebaran, sebelumnya ada takbiran dan halal bi halal menyambut Ramadhan.
Ia berharap keluarga besar suku tetap solid dan kompak, kemudian tidak mudah terpengaruh oleh perkembangan teknologi yang dapat merusak tatanan kehidupan di tengah bermasyarakat.
"Adat itu bagaimana kita hidup dalam beretika, tatakrama dan sopan santun. Kehadiran teknologi jadikan untuk mempermudah kehidupan, jangan disalahgunakan terutama dalam penggunaan media sosial," katanya.
Ia berharap tradisi tersebut tetap bertahan di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat, dan jangan disia-siakan karena hanya datang sekali dalam setahun. Kehidupan di tengah masyarakat akan saling berhubungan untuk itu silaturahmi harus tetap dijaga ke depannya.
Di samping itu, ia berpesan kepada orang tua supaya mengingatkan anak-anaknya agar menghindari kegiatan yang tidak bermanfaat dan tidak sesuai adat istiadat.
"Ingatkan anak-anak, cucu, dan keponakan kita akan pentingnya pengetahuan ilmu adat, ilmu agama dan budi pekerti, jangan sampai terjerumus pada kegiatan yang menyimpang, sebab kita boleh mengikuti zaman tapi jangan termakan oleh zaman," jelasnya.
Ziarah rumah gadang digelar di Rumah Gadang Suku Mandahiliang, di Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung. Diikuti pucuk pimpinan suku Jamhur Dt Jati dan jajaran, kaum bundo kanduang, pemuda pemudi, dan masyarakat adat.
Dalam tradisi ziarah rumah gadang setiap bundo kanduang atau ibu-ibu membawa rantang untuk acara makan bersama. Tradisi ziarah rumah gadang di awali dengan Makan bajamba atau makan bersama dengan menu Khas Ranah Minang, seperti rendang, gulai ayam, dendeng, dan hidangan Lebaran lainnya.
Kemudian dilanjutkan dengan arahan atau sambutan dari niniak mamak suku, dan diakhiri dengan saling bermaaf-maafkan.
Sementara, Wali Nagari (Kepala Desa Adat) Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Abdul Razak menambahkan tradisi ziarah rumah gadang juga dilaksanakan enam suku adat yang ada di nagari itu. Diantaranya Suku Malayu, Suku Patapanag Ateh, Suku Patapang Bawuah, Suku Tigo Nini, Suku Piliang, dan Mandahiliang.
"Saya berharap masyarakat Nagari Sikabau dapat menjadikan momentum ziarah rumah gadang sebagai sarana bersilaturahmi dan saling memaafkan antara sesama di bulan yang Indah ini," katanya.