Ombudsman nilai penerapan sistem satu arah di Sumbar efektif dalam dua hari ini

id Sumbar,Polda Sumbar,Ombudman

Ombudsman nilai penerapan sistem satu arah di Sumbar efektif dalam dua hari ini

Kepala Keasistenan Pencegahan Ombudman RI Perwakilan Sumbar Adel Wahidi saat menyusuri jalur One Way Sicincin Padang Panjang pada Kamis (20/4) (ANTARA/ Tangkapan layar facebook Adel Wahidi)

Padang (ANTARA) - Kepala Keasistenan Pencegahan Ombudman RI Perwakilan Sumbar Adel Wahidi menilai penerapan sistem satu arah dari Padang menuju Bukittinggi cukup efektif dalam menekan kemacetan di daerah setempat saat mudik Idul Fitri 1444 Hijriah.

"Sejauh ini kita lihat dari pemberitaan dan media sosial, penerapan ini cukup efektif," kata dia di Padang, Kamis.

Adel mencoba sendiri mudik dari Kota Padang menuju kampung halaman di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar pada Kamis (20/4) dan dirinya berangkat dari Padang pukul 14.00 WIB dan sampai di Kota Padang Panjang pukul 15.30 WIB.

"Saya berjalan dengan kecepatan sedang dan berhenti di sejumlah tempat untuk melihat kondisi terkiri arus mudik di Sumbar," kata dia.

Menurut dia jalur one way ini begitu enak dilewati karena tidak ada kendaraan yang datang dari arah berlawanan dan jika dibandingkan dengan tahun lalu tentu jauh berbeda.

"Kalau tahun lalu ini sudah macet terutama di kawasan Silaiang ini namun hari ini semua lancar. Ini luar biasa,"kata dia.

Ia mengatakan sepanjang perjalanan tadi memang ada beberapa motor dan mobil yang menerobos namun petugas kepolisian dan Satpol PP langsung menghentikan mereka hingga pemberlakuan sistem ini berakhir.

"Ada juga kendaraan yang berhenti karena tidak mau memutar melalui Malalak dan menunggu jalur normal kembali dibuka pada sore hari," kata dia.

Menurut dia jalur satu arah ini mempermudah pemudik dan sejauh ini cukup berjalan efektif namun puncak mudik itu biasanya di sore hari atau malam yang menyebabkan kendaraan namun jalur one way sudah tidak berlaku.

"Kita mengimbau masyarakat agar dapat memetakan perjalanan mereka dengan baik sehingga tidak terjebak macet panjang," kata dia.

Sebelumnya Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Hilman Wijaya menyatakan pemberlakuan sistem satu arah atau one way Padang - Bukittinggi bertujuan memperpendek waktu macet saat mudik Idul Fitri 1444 Hijriah.

“Sistem ini bukan untuk menghilangkan kemacetan secara serta merta karena memang volume kendaraan yang masuk Sumbar sudah meningkat pesat,” kata dia.

Ia menyebutkan pada Selasa (18/4) ada 9.000 kendaraan yang masuk ke Sumbar dan tercatat kemarin ada 12.000 kendaraan masuk ke Sumbar dari sejumlah titik perbatasan provinsi.

“Itu catatan kemarin, hari ini tentu dapat bertambah lebih banyak karena diperkirakan hari ini puncak mudik,” kata dia.

Ia mengatakan pada Idul Fitri 1443 Hijriah terjadi kemacetan panjang antara Padang Bukittinggi ini memakan waktu tujuh hingga delapan jam.

“Kemarin terjadi kemacetan selama 1,5 jam dan ini tentu telah turun lama waktu yang dihabiskan pemudik di jalan,” kata dia.

Penerapan sistem satu arah atau one way ini dari Sicincin menuju Bukittinggi pada H-3 dan H +3 Idul fitri 1444 Hijriah dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB dalam mengantisipasi terjadinya kemacetan panjang akibat mudik dan libur Idul Fitri

Selama periode tersebut kendaraan dari arah Padang tetap melalui Sicincin ke Kota Bukittinggi namun mereka yang dari Bukittinggi menuju Padang harus melalui kawasan Malalak.