Padang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) mencatat sebanyak 36 kecelakaan lalu lintas terjadi selama Operasi Ketupat Singgalang 2025 bergulir di provinsi setempat.
Untuk diketahui operasi dengan sandi "Ketupat Singgalang" itu merupakan operasi khusus yang digelar Kepolisian di Sumbar untuk mengamankan serta mengawal momen Lebaran yang telah dimulai sejak 26 Maret 2025.
"Sejak Operasi dimulai hingga hari ini tercatat sebanyak 36 kecelakaan lalu lintas, delapan korban meninggal dunia," kata Kepala Bagian Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar AKBP Agung Pranajaya di Padang, Selasa.
Ia mengatakan selain delapan korban yang meninggal dunia, kecelakaan lalu lintas juga menimbulkan korban luka-luka serta kerugian materil.
Dengan rincian enam korban mengalami luka berat, 61 luka ringan, dan kerugian materil yang timbul mencapai Rp261.500.000.
Polisi berharap peristiwa kecelakaan tersebut hendaknya menjadi perhatian bagi pengendara yang selanjutnya akan balik ke perantauan dari wilayah Sumbar.
Agar selalu memperhatikan keselamatan serta kalaikan kendaraan sebelum melakukan perjalanan, jika memang kondisi tubuh tidak fit atau lelah sebaiknya berhenti dan tidak memaksakan diri untuk berkendara.
Agung menerangkan jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, angka kecelakaan 2025 tercatat mengalami peningkatan pada periode yang sama.
Pada 2024 angka kecelakaan yang terjadi sebanyak 32 kejadian, sedangkan korban yang meninggal dunia tercatat sebanyak tiga orang.