Merasa tak mampu lagi memikul amanah, Kadis Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Bukittinggi, M Idris lakukan ini

id berita bukittinggi,berita sumbar,mundur

Merasa tak mampu lagi memikul amanah, Kadis Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Bukittinggi, M Idris lakukan ini

Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Yuen Karnova saat membenarkan pengunduran diri Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan setempat Muhammad Idris. (Antarasumbar/Al Fatah)

Dalam isi suratnya, yang bersangkutan hanya mengatakan alasannya mundur karena merasa tidak mampu lagi memikul amanah yang diberikan,

Bukittinggi (ANTARA) - Kepala Dinas (Kadis) Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Bukittinggi, Mumammad Idris mengundurkan diri dari jabatannya.

"Benar, memang ada surat pengunduran diri Bapak Muhammad Idris yang ditujukan ke Wali Kota dan ditembuskan kepada saya sejak Jumat," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bukittinggi, Yuen Karnova di Bukittinggi, Senin.

Yuen Karnova yang ditemui setelah Shalat Zuhur di Balai Kota Bukittinggi Gulai Bancah mengatakan Muhammad Idris mundur karena tidak sanggup memikul amanah.

"Dalam isi suratnya, yang bersangkutan hanya mengatakan alasannya mundur karena merasa tidak mampu lagi memikul amanah yang diberikan," kata dia.

Yuen mengatakan tidak ada alasan spesifik dari pengunduran diri Muhammad Idris.

"Tidak ada alasan khusus apalagi menyebutkan permasalahan Perwako nomor 40 dan 41," kata dia.

Surat permohonan mengundurkan diri yang ditujukan ke Wali Kota itu menurut Yuen Karnova sudah diterima oleh Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar.

"Surat itu sudah diterima bapak Wali Kota dan biasanya permohonan tersebut bisa dipenuhi," kata dia.

Yuen menambahkan pihaknya segera mengusulkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi,UKM dan Perdagangan ke Wali Kota.

"Pelaksana tugas akan segera kita usulkan hari ini untuk tetap menjalankan pemerintahan di bidang Koperasi, UKM dan Perdagangan," kata dia.

Pengunduran diri Muhammad Idris dari jabatannya ini cukup mengejutkan di Kota Bukittinggi.

Pengunduran diri itu menjadi kali yang pertama terjadi di pemerintahan Wali Kota Erman Safar.