Tiga Lampu Lalu Lintas di Payakumbuh Mati Karena Petir

id berita payakumbuh, berita sumbar, lampu lalu lintas, payakumbuh, petir,petir menurut islam,penyebab petir menyambar manusia

Tiga Lampu Lalu Lintas di Payakumbuh Mati Karena Petir

Traffict Light atau Lampu Lalu Lintas di Jalan Benteng, Payakumbuh, Sumatera Barat mati karena petir, (Sabtu 30/11). (Antara/Akmal Saputra)

Payakumbuh (ANTARA) - Traffict light atau lampu lalu lintas di tiga lokasi di Payakumbuh, Sumatera Barat yakni Simpang Benteng, Simpang Adipura dan Simpang Muhammadiyah saat ini masih mati karena terkena petir pada Jumat dini hari.

Kepala Dinas Perhubungan Payakumbuh Adrian,di Payakumbuh, Sabtu mengatakan saat ini tiga lampu lalu lintas tersebut masih dalam perbaikan.

"Untuk sementara kami menurunkan anggota di tiga lokasi tersebut agar dapat membantu kelancaran lalu lintas dan mengantisipasi terjadinya kecelakaan," ujar dia.

Ia mengatakan dalam waktu dekat lampu lalu lintas tersebut baru dapat beroperasi dengan satu lampu saja, yakni kuning yang terus mengedip.

"Alat yang rusak karena petir ini tidak ada di Sumbar, yang ada itu hanya di Bandung jadi kami harus membeli ke Bandung dulu. Tentu harus dilihat dulu apakah alatnya juga ada di sana," kata dia.

Terkait waktu perbaikan Adrian, belum dapat memastikan karena semua tergantung kepada ketersediaan alat.

"Kami tentu tidak bisa berandai-andai, yang jelas kami akan usahakan secepatnya untuk bisa menghidupkan kembali lampu lalu lintas di tiga titik ini," katanya.

Ia menyebutkan, untuk anggaran perbaikan sendiri saat ini memang tidak ada. Tapi pihaknya akan melakukan berbagai upaya agar bisa mendapatkan uang untuk perbaikannya.

"Yang jelas kami carikan uangnya dulu, saya sebagai Kepala Dinas Perhubungan akan mengakali dulu, yang terpenting itu lampunya hidup dulu," ujar dia.

Oleh karena itu, untuk saat ini Adrian mengimbau masyarakat Payakumbuh untuk terus berhati-berhati dalam berkendara di tiga lokasi tersebut.

"Jangan kencang-kencang, perhatikan kiri dan kanan. Jangan karena mau cepat nyawa kita menjadi taruhannya," katanya.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar