Eurico: Terlepasnya Timor Timur bukan dosa Habibie pribadi

id Habibie,Terlepasnya Timor Timur,Habibie meninggal,habibie terkini,biografi Habibie,anak-anak habibie,Hasnur Ainun Habibie

FOTO DOKUMENTASI. Presiden B.J. Habibie mengacungkan telunjuknya sambil berguyon pada pidatonya tentang RAPBN di hadapan anggota MPR/DPR di Jakarta, Senin (4-1-1999). (ANTARA FOTO/Audy M.A)

Kupang, (ANTARA) - Mantan Komandan Milisi Aitarak-Dili Eurico Barros Gomes Guterres mengaku bahwa persoalan Timor Timur (sekarang Timor Leste) bukan dosa Habibie pribadi, bukan pula salah Habibie sendiri.

"Saya pribadi sudah tidak pernah mengungkit masa lalu, terlepasnya Timor Timur bukan dosa Habibie pribadi, bukan salah Habibie sendiri, saya sudah pernah tiba di Parepare (tempat kelahiran Habibie) beberapa kali," kata Eurico kepada ANTARA di Kupang, Kamis.

Hal ini disampaikannya ketika ditanyai seputar sosok almarhum B.J. Habibie bagi dirinya dan para pejuang eks Timor Timur.

Baca juga: Habibie wafat, warga Timtim pro NKRI maafkan keputusan jajak pendapat

Sebagai anak bangsa tentunya, dia turut berduka karena bangsa Indonesia kehilangan seorang pemimpin besar yang genius dan tulus memberi yang terbaik kepada Indonesia.

"Saya pernah ketemukan pernyataan Pak Dino Patti Djalal di web SCTV bahwa kekalahan dalam jajak pendapat di Timor Timur 1999 itu bukan karena UNAMET curang, melainkan karena 'milisi' anarkis. Tuduhan itu lebih sadis. Akan tetapi, tetap saya maafkan," ujarnya.

Eurico yang juga adalah mantan Wakil Panglima Pejuang Pro-Integrasi Timor Timur itu juga meminta B.J. Habibie jangan disalahkan karena terlepasnya Timor Timur.

"Jangan lempar kesalahan kepada Pak Habibie semata dan seluruhnya. Pak Habibie hanya orang yang terpaksa menggenggam bara api yang dibakar oleh orang lain," katanya.

Baca juga: Presiden: Negara akan beri penghormatan besar atas pengabdian BJ Habibie

Almarhum B.J. Habibie, kata dia, tertimpa persoalan Timor Timur yang telah menumpuk sebelumnya pada saat itu.

"Pak Habibie dihadapkan pada pilihan yang cukup berat, dan keputusannya Pak Habibie melepaskan Timor Timur dari Ibu Pertiwi dinikmati bersama," katanya.

Indonesia juga, lanjut dia, harus jujur banyak yang mendukung dan merasakan manfaat dari keputusan dari Habibie soal Timor Timur.

"Selamat jalan Pak Habibie, kami warga negara Indonesia eks Provinsi Timor Timur tidak akan pernah lupa jasa besarnya kepada negara dan bangsa ini. Kami berdoa semoga mendapat tempat yang layak di sisi Allah," katanya. (*)

Baca juga: Kak Seto: Habibie Presiden pertama yang mau mendongeng untuk anak

Baca juga: Jejak prestasi Habibie di Batam

Baca juga: Bapak Kemerdekaan Pers Indonesa itu telah pergi

Baca juga: Habibie Wafat, Presiden Jokowi melayat dan ajak masyarakat doakan almarhum

Baca juga: Di mata Susi Pudjiastuti, Habibie pelopor kemerdekaan pers Tanah Air
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar