Batik Mandeh Rubiah diluncurkan di Pesisir Selatan

id batik mandeh rubiah, pesisir selatan, dekranasda pesisir selatan

Batik Mandeh Rubiah diluncurkan di Pesisir Selatan

Batik Mandeh rubiah yang dikenakan oleh model saat peluncuran di Painan, Sabtu (24/8) (Antara/Didi Someldi)

Painan, (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, meluncurkan batik Mandeh Rubiah didampingi Bupati setempat Hendrajoni dan disaksikan sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat daerah itu di Painan, Sabtu.

"Kami berharap usai peluncuran ini batik Mandeh Rubiah tidak hanya dikenal di Pesisir Selatan, dan Indonesia namun juga dunia," kata Ketua Dekranasda Pesisir Selatan Lisda Hendrajoni usai peluncuran tersebut.

Ia menambahkan secara khusus pihaknya menyiapkan desainer profesional untuk menangani batik tersebut, dengan harapan batik Mandeh Rubiah berkembang dengan pesat.

"Peluncuran ini tahap awal ya, kedepan kami akan fokus pada pemasarannya," imbuhnya.

Terkait pemasaran pihaknya pun tidak muluk-muluk, minimal katanya masyarakat Pesisir Selatan dulu yang menggunakan batik khas tersebut.

Selanjutnya secara bersama-sama mengenalkannya ke masyarakat luas hingga pada akhirnya batik itu dikenal secara menyeluruh.

Baca juga: Filolog sebut Motif Batik Mandeh Rubiah berumur Dua Abad

Baca juga: Akademisi menilai motif batik dari naskah kuno bernilai ekonomi tinggi


Sementara itu pewaris tahta Mandeh Rubiah VII yang juga hadir dalam kesempatan tersebut didampingi anaknya Zul Rahman mendukung penuh peluncuran batik tersebut.

Ia mengungkap dengan diluncurkannya batik Mandeh Rubiah diharapkan peninggalan-peninggalan bersejarah di Rumah Gadang Mandeh Rubiah bisa dikenal luas.

Motif batik Mandeh Rubiah terinspirasi dari motif-motif klasik yang terdapat dari beberapa buku yang ada di rumah bersejarah itu.

Pada peluncuran batik Mandeh Rubiah ditampilkan cara pembuatan batik, berikutnya batik Mandeh Rubiah yang siap pakai juga dipamerkan oleh beberapa model.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar