Wabup Padang Pariaman minta pihak keluarga izinkan Intan Kasih Kirana dirawat di rumah sakit

id Intan Kasih Kirana

Penderita kanker tulang stadium IV Intan Kasih Kirana (14)  (tengah) berkomunikasi dengan ibunya, Yulinar (kanan) di Nagari Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Senin (4/1). (ANTARA SUMBAR/Aadiaat M.S)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Wakil Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, Suhatri Bur meminta pihak keluarga untuk mengizinkan Intan Kasih Kirana (14) penderita kanker tulang stadium IV untuk dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat agar mendapat pengobatan intensif.

"Kami meminta agar Intan segera dirawat di RSUD Padang Pariaman karena dalam beberapa waktu terakhir dia hanya dirawat di rumah," kata Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur saat mengunjungi Intan di rumahnya di Nagari Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Senin.

Ia mengatakan perawatan di RSUD sangat penting untuk menguatkan kondisi tubuh Intan yang sudah sangat lemah, agar dapat kembali menjalankan kemoterapi ke dua yang seharusnya dilaksanakan pada awal Januari 2019.

"Apabila kondisinya sudah membaik maka dia bisa dibawa ke RSUP M Djamil Padang untuk kemoterapi ke dua," katanya.

Kemoterapi adalah salah satu jalan yang dapat ditempuh agar Intan sembuh dari penyakitnya itu.

Apabila Intan hanya dirawat di rumah dikhawatirkan akan memperburuk kondisi remaja yang sekolah di MTsN 2 Kota Pariaman tersebut.

Untuk membantu biaya pengobatan pihaknya akan meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Padang Pariaman untuk membantu guna meringankan beban ekonomi keluarga remaja tersebut.

Sementara Direktur RSUD Padang Pariaman, Lismawati mengatakan pihaknya siap membantu Intan dengan memberikan perawatan terbaik sesuai yang dibutuhkan remaja tersebut.

"Kami juga akan konsultasikan kepada dokter yang biasa menangani penyakit yang diderita oleh Intan agar benar-benar mendapatkan penanganan yang baik," ujarnya.

Sementara ayah Intan, Joni Indra mengatakan ia telah pernah membawa anaknya untuk mendapatkan pengobatan ke RSUP M. Djamil selama tiga bulan dan menjalani kemoterapi yang biayanya dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Selama perawatan tersebut Intan sering keluar masuk RSUP M Djamil karena sistem JKN yang menggunakan kuota hari rawat inap.

Karena biaya bolak-balik dan kebutuhan sehari-hari sangat besar, maka diputuskan untuk merawat anaknya di rumah karena dirinya tidak sanggup melihat kondisi anaknya pascakemoterapi.

Terkait permintaan agar Intan menjalani perawatan di RSUD Padang Pariaman, Joni mengaku segera berunding dengan seluruh pihak keluarga terlebih dahulu.

Sebelumnya diinformasikan bahwa Intan Kasih Kirana menderita kanker sekitar September 2018 setelah adanya pembengkakan pada bahu kiri pascaterkilir pada acara parayaan hari ulang tahun saudaranya. (*)

Baca juga: Intan Kasih Kirana peroleh bantuan biaya pengobatan dari Alumni SMPN-1 Sungai Sariak Padang Pariaman

Baca juga: Seniman Piaman gugah kepedulian sesama bantu Intan yang menderita kanker


Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar