Intan Kasih Kirana peroleh bantuan biaya pengobatan dari Alumni SMPN-1 Sungai Sariak Padang Pariaman

id Bantu penderita kanker

Ketua Harian Alumni SMPN-1 VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat Hendri (kanan) menyalurkan bantuan secara simbolis kepada ibu Intan, Yulinar (kiri) di Nagari Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Senin (4/2). (ANTARA SUMBAR / Aadiaat M.S)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Alumni SMPN-1 VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menyalurkan bantuan berupa uang tunai senilai Rp16,3 juta untuk Intan Kasih Kirana (14) penderita kanker tulang stadium IV di daerah itu.

"Kami dari alumni semua tingkatan SMPN-1 VII Koto Sungai Sariak mengumpulkan dana untuk biaya berobat Intan," kata Ketua Harian Alumni SMPN-1 VII Koto Sungai Sariak, Hendri usai memberikan bantuan di VII Koto Sungai Sariak, Senin.

Ia mengatakan donasi dibuka sejak empat hari lalu setelah diketahui dari media sosial terkait adanya warga Padang Pariaman yang menderita kanker tulang.

Mendengar adanya kabar tersebut, para alumni sepakat untuk membantunya sehingga hari ini terkumpul dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

Ia berharap pihak keluarga melanjutkan perawatan Intan di rumah sakit, dan melanjutkan kemoterapi yang sempat terhenti karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Pihaknya juga akan berusaha untuk membantu mencarikan dana lebih guna menambah bantuan untuk Intan.

Penderita kanker tulang stadium IV Intan Kasih Kirana (14) (tengah) berkomunikasi dengan ibunya, Yulinar (kanan) di Nagari Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Senin (4/1). (ANTARA SUMBAR/Aadiaat M.S)
Sementara itu, Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur mengapresiasi bantuan baik materil maupun non-materil yang diberikan oleh Alumni SMPN-1 VII Koto Sungai Sariak.

"Hal ini dapat menambah semangat Intan dan keluarga," katanya.

Ia mengatakan pihaknya pun akan mencoba mencari dana untuk membantu keluarga Intan yang sedang mengalami kesulitan ekonomi untuk mengobati remaja tersebut.

"Bila perlu kami minta dana ke Badan Amil Zakat Nasianal Padang Pariaman," ujarnya.

Upaya tersebut karena Intan memperlihatkan memiliki keinginan untuk sembuh dan sekolah seperti biasa.

Ayah Intan, Joni Indra mengatakan pihaknya sebelumnya merawat anaknya selama tiga bulan dan sekali kemoterapi di RSUP M Djamil yang biayanya dari Jaminan Kesehatan Nasional.

Namun pihaknya tidak sanggup melihat kondisi anaknya pascakemoterapi dan besarnya biaya keluarga yang menemani anaknya di Padang.

Akhirnya pihaknya memutuskan untuk merawat Intan di rumah saja dan tidak melanjutkan kemoterapi yang seharusnya dilaksanakan sekitar awal Januari 2019. (*)

Baca juga: Wabup Padang Pariaman minta pihak keluarga izinkan Intan Kasih Kirana dirawat di rumah sakit

Baca juga: Seniman Piaman gugah kepedulian sesama bantu Intan yang menderita kanker


Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar