Bupati Solok: pengembangan kompetensi guru harus sesuai kebutuhan

id Gusmal

Bupati Solok, Gusmal saat memberikan penghargaan kepada guru aktif menulis dan memasangkan tanda peserta KSM. (Antara/ Tri Asmaini)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Bupati Solok, Sumatera Barat, Gusmal mengatakan pengembangan potensi guru harus sesuai kebutuhan seperti Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dalam bidang menulis.

"Pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, dan berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya," kata Bupati Solok, Gusmal saat Diklat menulis (KSM) PGRI di Arosuka, Selasa.

Ia menjelaskan PKB harus dilakukan berdasarkan kebutuhan guru yang bersangkutan. Seperti kebutuhan untuk mencapai dan meningkatkan kompetensinya di atas standar kompetensi profesi guru.

"Saya berharap guru mampu menghasilkan karya tulisnya berupa sebuah buku demi menigkatkan mutu pendidikan," katanya pada kegiatan dengan tema "Melalui KSM PGRI Kita Gelorakan Program Satu Guru Satu Buku, Satu Siswa Satu karya".

Gusmal mengatakan semua guru di kabupaten Solok harus memiliki kompetensi menulis yang baik, apalagi permasalahan dalam dunia pendidikan nasional penuh dinamika, tentang jumlah guru, mutu pendidikan, pembelajaran yang belum kontekstual, manajemen pengelolaan, dan kurang inspiratifnya apa yang disampaikan guru kepada murid.

Menurutnya, guru adalah aktor utama yang harus terlibat aktif untuk mengatasi berbagai kesenjangan yang ada dalam pendidikan, terutama peningkatan profesionalisme dalam literasi. Jika tulisan guru sudah menjadi sebuah buku, maka buku itu bisa dijadikan sebagai menjadi bahan ajar bagi guru lain.

"Saat ini 80 guru di Kabupaten solok sudah bisa menulis dengan baik, kedepannya harus ditingkatkan kemampuan menulis, sebab merupakan salah satu syarat untuk naik pangkat bagi guru," ujarnya.

Ketua PGRI Kabupaten Solok, Asrinur menyebut dalam rangka mendorong peningkatan kompetensi guru, PGRI setempat melaksanakan pendidikan latihan (diklat) dalam pengembangan publikasi ilmiah berbentuk penulisan buku untuk menyikapi kesulitan guru untuk angka kredit kenaikan pangkat bagi guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.

PGRI Kabupaten Solok sebagai organisasi profesi merasa terpanggil untuk melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan publikasi ilmiah, khususnya penulisan buku yang dipandang mampu menjadi solusi untuk meningkatkan profesionalisme guru.

"Mudah-mudahan program lainya akan banyak dilaksanakan seperti Maghrib Al Quran , Subuh berjamaah, dan sekolah berbasis pesantren akan memantapkan guru sebagai tauladan untuk mensukseskan pendidikan di Kabupaten Solok," katanya.

Jika guru menuliskannya dalam bentuk media, modul atau buku, konsep yang disampaikan lebih terarah, sitematis, dan bisa dipelajari ulang, itulah kenapa guru kita tekankan untuk menulis, kata dia.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, Zulkisar mengatakan persoalan menulis tersebut ada kaitannya dengan kenaikan pangkat, guru dengan golongan kepangkatan III-A yang ingin naik menjadi III-B, wajib membuat tiga buah makalah yang berkaitan dengan bidang ajarnya.

Selanjutnya, ketentuan kenaikan dari III-B ke III-C, wajib menulis artikel dan dimuat di koran atau majalah yang resmi baik level nasional maupun lokal. Begitu seterusnya.

"Kami harap guru yang mempunyai karya tulis, akan mampu membimbing murid dalam mengembangkan potensi menulis dan memotivasi siswa gemar membaca," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar