Disebut-sebut Pesta Budaya Tabuik aliran Syiah, ini penjelasan Wako Pariaman

id pesta Tabuik

Ribuan masyarakat menghadiri puncak pesta budaya Tabuik Pariaman. (Antara Sumbar/Muhammad Zulfikar) (Antara Sumbar/Muhammad Zulfikar)

Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat, Mukhlis Rahman menyatakan Pesta Budaya Tabuik yang dilaksanakan pemerintah setempat pada 11-23 September 2018 adalah agenda pariwisata bukan aliran Syiah.

"Sebagai kepala daerah ini merupakan tugas saya untuk terus meluruskan masih adanya anggapan miring masyarakat yang mengatakan Pesta Budaya Tabuik di Pariaman merupakan aliran syiah," kata dia Pariaman, Senin.

Ia mengatakan pesta budaya tabuik yang terus dilaksanakan setiap tahun oleh pemerintah setempat, merupakan agenda pariwisata daerah serta tidak berkaitan dengan agama.

Agenda pariwisata tersebut ujar dia, dilakukan untuk mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kota Pariaman sekaligus mengimbau para perantau untuk pulang kampung.

Pihaknya menyayangkan pada setiap penyelenggaraan pesta budaya tabuik ini masih ada anggapan atau isu miring di media sosial yang mengaitkan kegiatan ini dengan aliran Syiah.

"Setiap tahun isu miring ini selalu muncul, dan setiap tahun juga pemerintah daerah menjelaskan bahwa pesta budaya tabuik bukan Syiah," katanya.

Pihaknya menegaskan pesta budaya tabuik Pariaman sama sekali tidak ada kaitannya dengan Agama Islam, selain itu setiap prosesi juga tidak berbau agama.

Bahkan ujar dia, jika ada orang yang mengatakan masyarakat Pariaman menganut aliran Syiah maka hal itu jelas karena merasa iri dengan kebudayaan daerah setempat.

Namun kata dia, dahulunya sejarah Tabuik pada saat perang Karbala bisa jadi berkaitan dengan hal itu, namun di Pariaman dijadikan sebagai even budaya.

Pesta Budaya Tabuik merupakan perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura, gugurnya Imam Husein, cucu Nabi Muhammad SAW, yang dilakukan oleh masyarakat di Kota Pariaman.

Pesta Budaya Tabuik tersebut juga menampilkan kembali pertempuran Karbala, dan memainkan gendang tassa. Tabuik merupakan istilah untuk usungan jenazah yang dibawa selama prosesi upacara tersebut. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar