Solok Selatan tegaskan semangat membangun daerah walaupun efisiensi

id Pemerintah Kabupaten Solok Selatan,Solsel,Sumbar

Solok Selatan tegaskan semangat membangun daerah walaupun efisiensi

Padang Aro (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menegaskan tetap semangat dalam membangun daerah dengan berbagai upaya walaupun sedang dilakukan efisiensi anggaran.

Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan Syamsurizaldi, di Padang Aro, Selasa, mengatakan, kebijakan efisiensi mengakibatkan semakin sempitnya ruang fiskal daerah dalam mewujudkan tujuan dan arah kebijakan pembangunan daerah.

"Meskipun begitu, anggaran boleh saja berkurang dari pusat, celah fiskal boleh menyempit tetapi semangat kita untuk membangun daerah tetap tinggi," katanya.

Pemerintah Kabupaten katanya, terus berupaya untuk melakukan pembangunan di daerah kendati saat ini pemerintah pusat telah mengeluarkan instruksi untuk dilakukan efisiensi anggaran.

Berbagai upaya pembangunan tetap dilakukan, salah satunya dengan mengintegrasikan program-program yang akan dilaksanakan di daerah dengan program pemerintah pusat.

Pada tahun 2025-2026 katanya, pelaksanaan pembangunan daerah baik Provinsi, Kabupaten Kota seluruh Indonesia menghadapi tantangan.

Tantangan ini antara lain kebijakan pemerintah pusat yang telah menerapkan penyusun perencanaan yang bersifat imperatif, yaitu perencanaan daerah harus selaras dan sinergi dengan perencanaan pusat.

Untuk itu sat Musrenbang Kecamatan diharapkan, agar masyarakat bisa memberikan rumusan usulan program dan kegiatan prioritas, mendesak, berdaya ungkit dan berdampak luas terhadap pembangunan serta kesejahteraan masyarakat, namun sejalan dengan target dari pemerintah pusat.

Anggota DPRD Solok Selatan Roni Ismaji mengatakan penyampaian aspirasi masyarakat dalam rencana pembangunan daerah ini akan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

"Masyarakat bisa dilibatkan untuk mengusulkan, pembangunan ini nantinya akan tersebar ke seluruh wilayah Solok Selatan sesuai kemampuan keuangan dan kewenangan kabupaten," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program pada 2026 ini akan menjadi program transisi antara RPJMD 2021-2026 yang juga akan diselaraskan dengan RPJMD 2025-2029 nanti.