Dekranasda : Pelatihan pemasaran produk diharapkan memajukan UMKM

id berita solok selatan,berita sumbar,umkm

Dekranasda : Pelatihan pemasaran produk diharapkan memajukan UMKM

Ketua Dekranasda Solok Selatan, Erniati Khairunas memberikan arahan kepada peserta pelatihan pemasaran produk supaya bisa lebih maju lagi dan membangkitkan kembali UMKM yang sempat terdampak pandemi COVID-19, di Padang Aro, Kamis. (Antarasumbar/Erik Ifansya Akbar)

Setelah pelatihan ini pelaku UMKM bisa melanjutkannya dengan berkolaborasi serta sinergitas dengan instansi-instansi terkait,
Padang Aro (ANTARA) - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Erniati Khairunas berharap dengan pelatihan pemasaran produk diharapkan dapat memajukan koperasi dan UMKM supaya terus berkembang.

"Setelah pelatihan ini pelaku UMKM bisa melanjutkannya dengan berkolaborasi serta sinergitas dengan instansi-instansi terkait seperti Dinas Tenaga Kerja bahkan PKK kabupaten supaya perkembangannya lebih cepat," katanya saat penutupan pelatihan pemasaran produk di Padang Aro, Kamis.

Dia mengatakan, sebagai apresiasi atas pencapaian target program pelatiahan pada 2021 dari Kemenkop RI, maka pada 2022 Solok Selatan kembali mendapatkan alokasi DAK Non Fisik Peningkatan Kapasitas Koperasi dan UKM (PK2UKM) sebesar Rp400 lebih yang akan digunakan kembali untuk pelatihan pendampingan bagi Koperasi dan UMKM se-Solok Selatan.

Menurut dia, walau sekarang telah memasuki fase PPKM di level rendah, namun pandemi COVID-19 masih tetap melanda sehingga berpengaruh besar terhadap dunia ekonomi maupun koperasi, baik yang bergerak disektor simpan pinjam maupun koperasi sektor riil.

Akibat pandemi COVID-19, katanya banyak masalah yang muncul seperti tunggakan macet, banyaknya anggota koperasi yang keluar, hingga tertundanya rencana kerjasama usaha koperasi dan lain sebagainya.

Efek samping dari hal tersebut adalah, menurunkan kinerja namun produksi dan gaji terus dibayarkan, hingga timbul lah beban terhadap arus kas UMKM.

Untuk mengatasinya, pemerintah telah meluncurkan berbagai bantuan sebagai solusi seperti program Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM), yang mana Solok Selatan mendapatkan sebanyak 12.142 UMKM dengan total nilai yang diterima Rp18,6 miliar.

"Dengan berbagai upaya yang dilakukan saya optimis perbaikan UMKM dan koperasi bisa tercapai," ujarnya.

Dia menambahkan, bagi pelaku UMKM harus bisa menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman dan teknologi serta libatkan kaum millennial dalam pemasaran.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Solok Selatan, Budiman mengatakan pada 2021 sebanyak 193 orang yang sudah dilatih berbagai keterampilan.

Selain itu, Perindakop juga sudah memfasilitasi 41 UMKM dan koperasi untuk membuat akun Mbizmarket sebagai salah satu wadah pemasaran.

"Yang sudah memiliki akun selalu memperbaharui ketersediaan barang serta harganya sesuai kebutuhan dan jangan sampai tidak dimanfaatkan," katanya.

Dia mengatakan, Perindagkop akan terus memantau 41 akun Mbizmarket yang sudah terdaftar supaya lebih bermanfaat.

Salah seorang peserta pelatihan Zulmi Arianti mengatakan, banyak pelajaran yang didapat saat pelatihan seperti bagaimana cara meningkatkan penjualan serta produk yang dipasarkan bisa bersaing dengan daerah lain.

"Kami berharap setelah pelatihan ini bisa meningkatkan produksi sehingga penjualan juga naik dan manambah pendapatan," tambahnya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021