Harga ikan air tawar di Agam masih normal pascakematian massal

id berita agam,berita sumbar,ikan

Harga ikan air tawar di Agam masih normal pascakematian massal

Pelaksana Tugas Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Edi Natrial. (Antarasumbar/Yusrizal)

Harga ikan itu tercatat masih normal dan tidak mengalami kenaikan walaupun ada kematian ikan sekitar 59 ton sejak awal tahun,
Lubukbasung (ANTARA) - Harga ikan air tawar di Kabupaten Agam, Sumatera Barat masih nornal pascakematian hewan itu secara massal berulang kali di Danau Maninjau semenjak Januari sampai 11 Mai 2021.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Edi Natrial di Lubukbasung, Senin, mengatakan saat ini harga ikan nila tingkat petani tetap Rp19 ribu per kilogram dan ikan mas masih Rp23 ribu per kilogram.

"Harga ikan itu tercatat masih normal dan tidak mengalami kenaikan walaupun ada kematian ikan sekitar 59 ton sejak awal tahun," katanya.

Ia mengatakan, tidak naiknya harga ikan akibat kematian itu tidak begitu banyak dan hanya sekitar 10 sampai 200 kilogram per petak keramba jaring apung.

Sedangkan pasokan ikan di Danau Maninjau masih ada di ribuan petak keramba jaring apung.

Untuk permintaan ikan di Danau Maninjau dari Riau, Jambi dan lainnya cukup banyak.

"Setiap hari sekitar 15 ton ikan dipasarkan ke luar Sumbar," katanya.

Ia mengakui, kematian ikan di Danau Manunjau merupakan yang keempat kalinya selama Januari sampai 11 Mai 2021 dan total ikan mati sekitar 59 ton akibat oksigen berkurang di dasar danau setelah curah hujan tinggi disertai angin kencang melanda daerah itu.

Pada 11 Mai 2021 kematian ikan sekitar enam ton di Sungai Batang, Muko Jalan dan lainnya.

Sebelumnya, lima ton ikan milik petani di Galapuang mati secara mendadak pada Senin (5/4).

Pada Januari dan Februari 2021 sebanyak 15 ton ikan mati di Bayua dan Koto Malintang. Pada 22-27 Mai 2021 sebanyak 33 ton ikan mati.

"Kematian ikan itu hampir terjadi setiap tahun pada awal, pertengahan dan akhir tahun," katanya. ***1***

Ket foto

Pelaksana Tugas Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Edi Natrial. Yusrizal
Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar