Truk CPO muatan 20 ton lebih dilarang melintasi jembatan darurat Sungai Paku Kinali

id Polres pasaman barat,truk cpo

Truk CPO muatan 20 ton lebih dilarang melintasi jembatan darurat Sungai Paku Kinali

Jajaran Satlantas Polres Pasaman Barat saat memberikan penjagaan di jembatan Sungai Paku Kecamatan Kinali. Saat ini, Sabtu (6/3) arus lalu-lintas sudah kembali lancar pasca truk pembawa CPO kelapa sawit terpuruk di jembatan itu pada Jumat kemarin.

Simpang Empat (ANTARA) - Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Pasaman Barat Iptu Indra Kusuma menegaskan kendaraan pembawa Crude Palm Oil (CPO) lebih 20 ton tidak bisa melewati jembatan darurat Sungai Paku Kinali.

"Kapasitas jembatan itu hanya bisa dilewati maksimal 20 ton. Jika ini dibiarkan maka jembatan itu akan ambruk," katanya di Simpang Empat, Sabtu.

Sehingga, katanya truk yang mengangkut CPO yang melebihi tonase 20 ton tidak diperbolehkan melewati jembatan itu.

Ia mengimbau kepada perusahaan kelapa sawit yang kendaraannya membawa CPO muatan 20 ton agar mengikuti anjuran dari pihak Pejabat Pembuat Komitmen dan pihak kontraktor proyek yg menyediakan jembatan darurat tersebut.

"Pihak PPK menganjurkan untuk muatan hanya bisa dilewati berkapasitas di bawah 20 ton," tegasnya.

Ia berharap agar kendaraan yang bermuatan lebih dari 20 ton agar mengurangi muatannya sehingga tidak ada lagi kendaraan yang terperosok di jembatan itu.

Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pasaman Barat Ahdiyarshah mengatakan pihaknya segera menyurati perusahaan kelapa sawit agar mengurangi tonase kendaraan pembawa CPO sawit.

"Pengumuman sudah dibuat oleh pihak PPK dan rekanan. Namun perusahaan juga belum mematuhi. Kita segera menyurati perusahaan yang ada," tegasnya.

Ia menyebutkan saat ini ada pembangunan jembatan Sungai Paku Kinali dengan menggunakan dana APBN.

Pihak kontraktor juga telah membuat jembatan darurat disamping jembatan yang akan dibangun itu dengan kapasitas terbatas atau 20 ton ke bawah.

Pada Jumat (5/3) sore kemarin, truk pembawa CPO terperosok di jembatan itu sehingga arus lalu-lintas menuju Simpang Empat putus total menimbulkan kemacetan yang panjang.

Namun pada Sabtu (6/3) arus lalu-lintas telah lancar dengan sistem buka tutup melewati jembatan itu.

Untuk menghindari agar jembatan itu tidak ambruk, maka perusahaan kelapa sawit diminta untuk mengurangi muatannya di bawah 20 ton CPO. *
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar