Gegara ubur-ubur, kunjungan ke objek wisata Tanjungmutiara Agam berkurang

id ubur-ubur terdampar,sengatan ubur-ubur,dampak sengatan ubur-ubur,berita agam,berita sumbar

Gegara ubur-ubur, kunjungan ke objek wisata Tanjungmutiara Agam berkurang

Seekor uur-ubur jenis Bluebottle terdampar di pantai di Kota Pariaman, Sumbar.  (ANTARA/ Aadiyat MS)

​​​​​​​Lubukbasung, (ANTARA) - Jumlah kunjungan wisatawan ke Objek Wisata Bandar Mutiara dan Pasia Tiku Kecamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat berkurang semenjak ubur-ubur terdampar di sepanjang Pantai Tiku, Kamis (3/10).

Salah seorang pedagang di Pasia Tiku, Erna (31) di Lubukbasung, Kamis, mengatakan jumlah kunjungan berkurang dari 50 orang menjadi 30 orang per harinya.

"Knjungan itu berkurang semenjak Minggu (6/10) sampai Kamis (10/10)," katanya.

Ia mengatakan, kunjungan itu berkurang akibat satu pengunjung pantai tersebut tersengat ubur-ubur saat mandi pada Minggu (6/10).

Akibatnya, mereka dirawat di Puskesmas Tanjungnutiara akibat bagian tubuhnya mengalami sakit.

"Saya berharap pencemaran pantai dari ubur-ubur itu segera teratasi, sehingga jumlah kunjungan kembali normal," katanya.

Sementara itu, Camat Tanjungmutiara, Yogi Astrian menambahkan jumlah kunjungan wisatawan di Pantai Bandar Mutiara dengan jarak sekitar dua kilometer dari Objek Wisata Pasi Tiku juga berkurang.

Namun para pengunjung yang data ke dua objek wisata itu, tidak ada berenang atau main di pingir pantai, setelah BPBD setempat memasang spanduk imbauan untuk melarang pengunjung mandi di pantai tersebut.

"Saat ini tidak ada laporan pengunjung maupun warga yang tersengat ubur-ubur," katanya.

Sebelumnya, ada 10 korban tersengat ubur-ubur saat mandi di pantai itu pada Minggu (7/10).

Dari 10 korban tersebut, tiga orang sempat dirawat di Puskemas Tanjungmutiara karena bagian tubuh yang tersengat mengalami sakit.

Sisanya hanya mengalami gatal-gatal dan tidak dirawat di Puskesmas.

"Jumlah warga dan pengunjung yang tersengat ubur-ubur itu cukup banyak, namun yang terdata hanya 10 orang," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar