
Penerapan teknologi budidaya dan hilirisasi padi dorong kemandirian petani di Nagari Aie Tajun

Pariaman (ANTARA) - Upaya peningkatan produktivitas dan nilai tambah sektor pertanian terus dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis teknologi budidaya padi dan hilirisasi hasil pertanian yang dilaksanakan oleh staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti di Nagari Aie Tajun, Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman, pada pekan ini.
Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat Kelompok Tani Saiyo sejumlah 60 orang melibatkan tim dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti dan mahasiswa perguruan tinggi bersama kelompok tani setempat, dengan fokus pada penerapan teknologi budidaya padi berkelanjutan serta penguatan hilirisasi berbasis potensi lokal.
Program ini bertujuan meningkatkan hasil panen, efisiensi usaha tani, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat nagari.
Dekan Fakultas Pertanian Universitas ekasakti Ir. Mahmud,MSi dalam sambutannya, Rabu (21/1) mengatakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berbasis teknologi budidaya padi dan hilirisasi hasil pertanian sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pengabdian kepada Masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan implementasi nyata ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab persoalan riil di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan PkM harus benar-benar memberikan manfaat, khususnya bagi petani dan masyarakat nagari.
Kegiatan pengabdian ini menghadirkan narasumber dosen dari tiga prodi yaitu Agroteknologi, Agribisnis dan Teknologi Hasil Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti.
"Saya menekankan bahwa teknologi budidaya padi yang diterapkan dalam kegiatan ini hendaknya bersifat tepat guna, mudah diterapkan, dan berkelanjutan, sesuai dengan kondisi agroekosistem serta kearifan lokal setempat. Peningkatan produktivitas tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan dan kesehatan tanah dalam jangka panjang," katanya.
Pada kesempatan itu, narasumber dosen, Ir. Bustari Badal,MP menyampaikan topik teknik budidaya padi, Ir. Meriati,MP dengan topik cara pembuatan biochar, Ir. Gustriati,MSi dengan topik cara peningkatan nilai tambah padi dengan pemasaran dan Ir. Syamsuwirman,MP dengan topik pembuatan pestisida alami.
Selain aspek budidaya, kegiatan ini juga sangat strategis karena mengangkat hilirisasi hasil pertanian produk padi berbasis zero waste disampaikan oleh narasumber Prof.Dr.Ir. I Ketut Budaraga,MSi dari Program studi Teknologi Hasil Pertanian.
Dikatakan, hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan pendapatan petani. Petani tidak hanya didorong sebagai produsen bahan baku, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang memahami pengolahan pascapanen, kualitas produk, pengemasan, hingga pemasaran.
"Kepada para dosen dan mahasiswa, saya berpesan agar kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif. Dengarkan kebutuhan masyarakat, libatkan petani dalam setiap proses, dan jadikan mereka sebagai mitra sejajar. Keberhasilan PkM bukan diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari perubahan positif dan keberlanjutan setelah program berakhir.
Saya juga berharap kegiatan ini dapat menghasilkan luaran yang nyata, baik berupa peningkatan kapasitas masyarakat, model budidaya dan hilirisasi yang aplikatif, publikasi ilmiah, maupun rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dan berharap kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut dapat menjadi langkah awal menuju pertanian padi yang mandiri, bernilai tambah, dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Wali Nagari Aia Tajun diwakili Kasi Pelayanan, Adek Chandra menyampaikan atas nama pemerintah nagari dan seluruh masyarakat Aie Tajun, mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengabdian dari Perguruan Tinggi Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti yang telah memilih nagarinya sebagai lokasi kegiatan.
"Ini merupakan suatu kehormatan sekaligus peluang besar bagi masyarakat, khususnya petani, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pertanian," ujarnya.

Ia menyebut padi merupakan komoditas utama dan sumber penghidupan masyarakat Nagari Aie Tajun. Namun, tantangan yang dihadapi petani saat ini semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan teknologi, hingga fluktuasi harga hasil panen.
Oleh karena itu, kehadiran kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat guna dan berkelanjutan.
"Kami juga sangat mengapresiasi fokus kegiatan ini pada hilirisasi hasil pertanian. Selama ini, petani kita lebih banyak menjual gabah atau beras tanpa pengolahan lanjutan. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memahami pentingnya pengolahan pascapanen, peningkatan mutu, pengemasan, serta pemasaran produk, sehingga nilai tambah hasil pertanian dapat dinikmati langsung oleh petani dan masyarakat nagari," katanya.
Ia mengajak seluruh kelompok tani dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan pengabdian ini dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman, demi kemajuan pertanian di Nagari Aie Tajun.
Sementara itu, Koordinator BPP Lubuk alung, Bapak Jul Ihdiya Munanda, SST.MP menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti yang telah berkolaborasi dengan pemerintah nagari dan BPP dalam kegiatan itu.
Ia menilai sinergi antara akademisi, penyuluh, dan petani merupakan kunci keberhasilan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
"Kegiatan pengabdian ini sangat sejalan dengan tugas dan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian, yaitu mendampingi petani dalam penerapan teknologi budidaya yang tepat guna, efisien, dan ramah lingkungan. Teknologi budidaya padi yang diperkenalkan diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menekan biaya produksi dan risiko kegagalan panen.
Kami juga menyambut baik fokus kegiatan pada hilirisasi hasil pertanian. Ke depan, tantangan pertanian tidak hanya pada bagaimana meningkatkan produksi, tetapi juga bagaimana meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian. Oleh karena itu, petani perlu dibekali pengetahuan pascapanen, pengolahan, mutu, hingga pemasaran agar mampu berperan dalam rantai nilai pertanian," katanya.
Ia berharap para petani dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai media belajar bersama, berdiskusi secara terbuka, dan mencoba inovasi yang diperkenalkan secara bertahap di lahan masing-masing. Balai Penyuluhan Pertanian siap mendampingi dan melanjutkan pembinaan setelah kegiatan pengabdian ini selesai, agar hasilnya benar-benar berkelanjutan.
Ketua Kelompok Tani Saiyo, Zahardi mengatakan kegiatan itu merupakan harapan besar bagi para petani, khususnya dalam upaya meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan nilai tambah usaha tani padi.
"Kami berharap melalui kegiatan ini, petani tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis, tetapi juga pemahaman tentang pengelolaan usaha tani yang lebih modern, berkelanjutan, dan berorientasi nilai tambah. Mulai dari teknik budidaya yang lebih efisien, penanganan pascapanen, hingga pengolahan dan pemasaran hasil padi.
Kami, Kelompok Tani Saiyo, berkomitmen untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, membuka diri terhadap inovasi, serta siap bekerja sama agar ilmu dan teknologi yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan di lapangan," katanya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif petani dalam setiap sesi pelatihan dan diskusi. Diharapkan, melalui kegiatan ini, Nagari Aie Tajun dapat menjadi contoh pengembangan pertanian padi terintegrasi dari hulu ke hilir, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Padang Pariaman.
Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nagari berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan kearifan lokal, serta memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah nagari, dan masyarakat.*
*Penulis adalah Ketua LPPM Univ. Ekasakti.
Oleh Prof Dr.Ir. I Ketut Budaraga.MSi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
