Kabupaten Tanjung Jabung Timur (ANTARA) - Warga Kecamatan Rantau Rasau Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mulai gelisah terkait keberadaan buaya yang kerap timbul di dekat pemukiman setelah peristiwa banjir luapan Sungai Batanghari di awal Januari 2026.
"Sudah beberapa kali kami melihat buaya terlihat di kanal sekunder (parit), di depan rumah. Terkadang buaya itu naik ke jalan," kata warga Desa Rantau Rasau II, Ade Remanto di Tanjabtim, Sabtu.
Menurut dia, keberadaan buaya di kanal parit mulai terpantau setelah kejadian banjir luapan Sungai Batanghari, meski ukurannya tidak terlalu besar namun hal itu membuat masyarakat menjadi takut. Apalagi buaya sering naik ke jalan desa, terutama saat malam.
"Anak-anak yang biasanya memanfaatkan kanal parit untuk bermain (mandi) sekarang jadi takut, kami minta pemerintah mencari solusi untuk menghalau keberadaan buaya di desa kami," harapnya.
Camat Rantau Rasau, Muhammad Yani menjelaskan bahwa kemunculan buaya jenis senyulong (tomistoma schlegelii) terjadi di sejumlah desa. Umumnya wilayah yang dekat dengan Sungai Batanghari.
