Padang (ANTARA) - Tim ahli dari Badan Geologi Kementerian ESDM meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi tidak valid terkait air di lubang sinkhole di Situjuah Batua Kabupaten Limapuluh Koto, Sumatera Barat.
Hal itu disampaikan tim ahli Taufik Wirabuana, Jumat, di sela-sela pengkajian di lokasi fenomena alam itu.
"Jangan terpengaruh isu-isu yang tak berdasar. Contoh yang sederhana, ini misalnya bisa menyembuhkan penyakit. Selama belum ada bukti ilmiah, masyarakat jangan percaya," kata Taufik.
Imbauan itu disampaikan karena hingga kini cukup banyak warga yang mengambil air dari lubang sinkhole untuk obat.
Warga berdatangan dari berbagai daerah di Sumatera, termasuk dari luar provinsi.
Sementara untuk menghindari aktivitas warga di bibir lubang sinkhole, warga setempat berinisiatif mengalirkan air dari lubang itu ke lokasi yang jauh dari tepian.
Air dari lubang sinkhole itu jernih kebiruan. Warna mengambilnya dengan menggunakan jerigen, kemasan air mineral dan juga dengan kantong plastik.
Sebaran informasi fenomena sinkhole bertebaran di media sosial dan menjadi bahan diskusi masyarakat di dunia maya.
Amblesan tanah terjadi secara misterius di kawasan pertanian milik warga di Jorong Tepi pada 4 Januari 2026. Diameter lubang tersebut mencapai sekitar 20 meter dengan kedalaman kurang lebih 15 meter.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan tim ahli dari Badan Geologi Bandung untuk mengkaji fenomena tanah amblas atau sinkhole yang muncul dalam kawasan pertanian milik warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
"Agenda kami fokus pengambilan data dan pemeriksaan data terhadap fenomena sinkhole di sini," kata tim dari Badan Geologi, Kementerian ESDM Taufik Wirabuana di Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat.
Selama dua hari ke depan tim Badan Geologi akan fokus pada kajian cepat dan pemeriksaan untuk menjawab fenomena apa terjadi di daerah tersebut. Termasuk mengkaji tanah dan air, mengingat kondisi sinkhole di Kabupaten Limapuluh Kota akan berbeda dengan di Jawa.
