Pemkab Solok Selatan dorong OPD aktif bermedia sosial sebarkan program pemerintah

id Amdani,solok selatan

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Solsel, Amdani bersama Kabag Humas dan Protokol Firdaus Firman serta narasumber Rifo Rinaldi dalam Rakor Kehumasan lintas OPD Pemkab Solok Selatan , di ruang Tansi Ampek Kantor Bupati, Selasa (3/9). (Antara Sumbar/Erik IA)

Padang Aro, (ANTARA) - Pimpinan daerah Kabupaten Solok Selatan mendorong setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab setempat aktif bermedia sosial sebagai sarana menyebarkan informasi tentang kebijakan dan program pemerintah.

"Era komunikasi sekarang sudah banyak berubah dan layanan informasi tidak lagi satu arah tetapi banyak kanal informasi yang bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan program pemerintah ke masyarakat salah satunya medsos," kata Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Solok Selatan, Amdani saat Rapat Koordinasi Kehumasan Lintas OPDdi Padang Aro, Selasa (3/9).

Setiap OPD katanya, harus membuka ruang bagi publik untuk mendapat informasi seluas-luasnya termasuk menerima layanan kritik dan saran yang ke depan dapat dijadikan bahan pertimbangan atas pengambilan kebijakan untuk Solok Selatan yang lebih baik dan maju.

Menurut dia kanal medsos yang dikelola OPD nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk menyuarakan hal-hal yang positif, mendorong kreatifitas dan inovasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Secara tidak langsung katanya, pesan-pesan tersebut akan dapat meredam pemanfaatan medsos yang kurang bijak oleh penggunanya.

"Melalui medsos OPD bisa menyampaikan informasi terhadap layanan kedinasannya, menerima saran dan menjawab kritikan masyarakat dengan program dan data sehingga opini terhadap bahan kritikan tidak berkembang liar," ujarnya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setkab Solok Selatan Firdaus Firman menambahkan, Rakor Kehumasan lintas OPD tersebut diharapkan dapat merangsang keinginan semua OPD agar aktif di medsos.

"Tujuannya agar peserta dari OPD dapat memahami arti pentingnya keberadaan medsos untuk mewujudkan citra positif di masyarakat serta memahami etika dasar dalam bermedia sosial, sopan santun dalam bertutur, bahasa yang halus, tidak menyakiti orang lain, mudah dimengerti dan tidak ada kebohongan," katanya.

Setidaknya ujarnya, media sosial seperti instragram, facebook dan twitter merupakan sarana yang murah meriah yang dapat dimanfaatkan masing-masing instansi OPD untuk publikasi informasi kedinasannya.

Dia menyebutkan secara tupoksi, bagian Humas dan Protokol terbatas pada pelayanan terhadap Kepala Daerah dan tidak menjangkau hingga ke OPD.

Selain itu katanya, medsos dapat dijadikan sarana untuk menambah pengetahuan, memperluas wawasan dan menyebarkan nilai-nilai positif seperti, optimisme, kerja keras, integritas, kejujuran, toleransi dan perdamaian serta solidaritas dan kebangsaan.

"Perkembangan teknologi informasi yang pesat ini harus betul-betul kita manfaatkan diarahkan ke yang positif, untuk kemajuan daerah," ujarnya.

Rakor tersebut, menghadirkan narasumber dari PT Teman Sejati yang bergerak di bidang Radio, Rifo Rinaldi.

Rifo mengingatkan OPD yang nantinya aktif di medsos untuk menghindari pernyataan atau opini tanpa sumber yang jelas.

Terlebih katanya, pernyataan yang bersifat provokasi, memecah belah, menghakimi, mengandung fitnah dan berita bohong atau hoaks.

"Lebih bagus, selain menyebarkan informasi seputar program kedinasan lewat data yang valid, OPD ikut mengampanyekan gerakan bijak bermedia sosial," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar