Hewan kurban Kabupaten Solok untuk Idul Adha 2019 surplus 1.000 ekor

id Sapi kurban,solok,padang,sumbar

Ratusan sapi di pasar ternak Nagari Muara Panas, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok. (Antara Sumbar/ Tri Asmaini)

Arosuka, (ANTARA) - Hewan kurban untuk kebutuhan Lebaran Idul Adha 2019 di Kabupaten Solok, Sumatera Barat mencapai 3.000 ekor, atau surplus 1.000 ekor karena persediaan daerah mencapai 4.000 ekor.

"Kami memperkirakan tahun ini kebutuhan hanya 3.000 ekor sapi, dan 30 ekor kambing," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten SolokAdmaizon melalui Kabid Perternakan, Topan di Arosuka, Jumat.

Ia menyebutkan surplus sekitar 1.000 ekor sapi ini ada pada gabungan kelompok tani, belum termasuk di Pasar Ternak Muara Panas mencapai 800 ekor, dan 500 ekor dari berbagai peternak mandiri.

"Jadi kalau dikalkulasikan ada sekitar 2.300 ekor," kata dia.

Untuk mendapatkan sapi kurban, selain bisa membeli di Pasar Ternak Muara Panas, masyarakat juga bisa membeli ternak di Palangkiyakni pasar ternak di Kabupaten Sijunjungberjarak sekitar 30 km dari Kabupaten Solok.

Ia menyebutkan dari 4.000 ekor stok sapi kurban itu, biasanya tidak semua terserap oleh panitia kurban sehingga tetap diperjualbelikan di pasar ternak.

"Populasi sapi dan kerbau dari sini memang tinggi, sehingga selalu berlebih dari kebutuhan daerah," katanya.

Dengan kondisi ini Kabupaten Solok tidak pernah terkendala dengan kebutuhan daging, walaupun menyambut hari besar Islam seperti Idul Fitri maupun hari raya Idul Adha, karena memang persediaan selalu melebihi dari kebutuhan.

Meskipun sudah surplus daging pemerintah daerah tetap menyukseskan program pemerintah pusat untuk meningkatkan produksi ternak yaitu Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB).

Dinas Pertanian juga terus melakukan pembinaan kepada peternak tentang budidaya dan cara yang baik dalam pemberian pakan ternak. Petugas kesehatan hewan juga terus memantau dan memeriksa kesehatan hewan ternak ke lapangan.

Terkait masalah kesehatan ternak untuk kurban, pihak dinas sudah menyiapkan petugas dan paramedis untuk memeriksa sebelum dan saat akan diadakan penyembelihan.

"Kami juga menyiapkan tim dokter, penyuluh dan paramedis hewan untuk mengantisipasi masuknya hewan berpenyakit ke Kabupaten Solok," kata dia. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar