Pesisir Selatan percepat pembangunan pasar berbasis shelter

id hendrajoni,pasar berbasis shelter,pesisir selatan

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni. (Antara Sumbar/Didi Someldi Putra)

Painan, Sumbar, (ANTARA) - Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Hendrajoni berkomitmen mempercepat proses pembangunan pasar semi modern berbasis shelter tsunami di Kecamatan Sutera.

"Sejak beberapa tahun terakhir sudah 26 unit pasar yang dibangun dan di 2020 saya berkomitmen membangun pasar semi modern berbasis shelter tsunami pertama di Sutera," kata Hendrajoni di Painan, Senin.

Ia menambahkan pembangunan tersebut akan menjadi prioritas sehingga pembangunan pasar semi modern merata di seluruh kecamatan pada daerah itu.

Menurutnya perihal anggaran tidak ada masalah, hanya saja saat ini rencana pembangunan terkendala pembebasan lahan.

"Dari beberapa lokasi di Sutera hanya lokasi Pasar Surantih yang layak dijadikan tempat pembangunan namun hingga saat ini proses hibah tanah ke pemerintah kabupaten masih terkendala, saya tidak tahu permasalahannya dimana," sebutnya.

Padahal lanjutnya status tanah pasar merupakan milik nagari bukan milik orang pribadi, sehingga ia menilai prosesnya akan bisa lebih cepat.

Kendati demikian ia tidak tinggal diam dan mengaku telah memerintahkan Camat Sutera, Fachruddin untuk mencari titik permasalahannya.

"Kemarin Minggu malam (2/3) saya melakukan kunjungan kerja ke lokasi dan kembali mereviu rencana pembebasan lahan sebagai bentuk keseriusan terhadap rencana tersebut," katanya.

Dari informasi yang didapat, aparatur pemerintah mulai dari tingkat nagari hingga kecamatan sudah sangat siap hanya saja masih terkendala di tingkat pemuka adat.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat proses hibah tanah ke pemerintah kabupaten selesai, sehingga pembangunan pasar semi modern se-Pesisir Selatan merata," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Pesisir Selatan, Hendro Kurniawan mengungkapkan sesuai rencana pasar di Sutera itu akan dibangun bertingkat dua, lantai pertama untuk transaksi jual beli sementara lantai yang ke dua untuk shelter evakuasi tsunami.

Ia mengatakan untuk mewujudkan pembangunan pasar bertingkat yang multifungsi tersebut dibutuhkan anggaran lebih kurang Rp10 miliar. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar