Kemenkumham Sumbar tingkatkan pembinaan rohani di Lapas dan Rutan

id kegiatan keagamaan lapas

Ilustrasi - Aktivitas Ramadhan di Lapas, narapidana bersiap menjalankan ibadah sholat dhuhur di Lapas. (FOTO ANTARA/ Wahyu Putro A)

Padang, (ANTARA) - Kantor Wilayah kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat (Sumbar), akan meningkatkan pembinaan rohani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau Rutan menyusul peristiwa dugaan bunuh diri salah seorang warga binaan di Padang pada Selasa (30/4).

"Pembinaan kerohanian akan ditingkatkan sebagai bekal spiritual bagi warga binaan, diharapkan langkah ini bisa mencegah kasus bunuh diri," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumbar Sunar Agus, di Padang, Jumat.

Selain pembinaan kerohanian pihaknya juga akan mengingkatkan pengawasan pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang ada di Sumbar.

"Program-program tersebut demi mengantisipasi agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi," katanya.

Sebelumnya, salah seorang warga binaan di Rutan Padang atas nama Junaidi Surya (23) ditemukan tewas dalam dalam WC masjid Rutan.

Narapidana kasus pencurian itu diduga nekad mengakhiri nyawanya dengan gantung diri menggunakan kain sarung.

Kepala Rutan Padang Azhar mengatakan awalnya warga binaan itu meminjam kunci WC dengan alasan sakit perut.

Hanya saja setelah setengah jam berlalu Junaidi tak kunjung keluar dari WC laki-laki itu.

Kondisinya diketahui ketika warga binaan lain menggunakan WC yang posisinya bersebelahan dengan yang dipakai Junaidi.

"Dari sebelah terlihat ada tubuh dalam posisi tergantung, petugas bersama warga binaan lain akhirnya datang dan membuka paksa pintu," katanya.

Pihak Rutan sudah melaporkan kejadian itu kepada pihak Kepolisian Sektor Koto Tangah, dan menghubungi pihak keluarga Junaidi.

Sebelumnya pada Sabtu (23/2) salah seorang tahanan Rutan Padang atas nama Yandrizal (25) juga nekat melompat dari lantai tiga, namun nyawanya bisa diselamatkan.

Azhar mengatakan sejauh ini pihaknya sudah memberikan program kerohanian yang rutin.

"Pembinaan rohani sudah dilakukan rutin setiap hari, namun faktor dalam diri dan pemikiran seseorang tidak ada yang tahu, kami tetap berupaya," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar