Tenun Balai Panjang Payakumbuh mulai tembus pasar luar negeri, promosikan ke Inggris dan Singapura

id Efendi

Ketua Asosiasi Tenun Balai Panjang Kota Payakumbuh, Efendi. (Antara Sumbar/Novia Harlina)

Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Rumah Tenun Balai Panjang Kota Payakumbuh, Sumatera Barat yang merupakan salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) daerah setempat mulai mempromosikan produknya ke luar negeri.

"Kami sudah mulai membuka jalan menuju pasar internasional, dengan melakukan promosi ke beberapa negara seperti Inggris dan Singapura," kata Ketua Asosiasi Tenun Balai Panjang Kota Payakumbuh, Efendi di Payakumbuh, Kamis.

Tenun Balai Panjang, menurutnya telah menjadi identitas tersendiri bagi Kota Payakumbuh yang harus dikembangkan dan dipasarkan hingga ke luar negeri.

Saat ini, lanjutnya Tenun Balai Panjang cukup diminati oleh wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kota Payakumbuh.

Ia menyebutkan harga Tenun Balai Panjang kisaran Rp300 ribu hingga Rp600 ribu untuk bahan dasar pakaian. Kemudian harga songket tenun Balai Panjang sekitar Rp800 ribu sampai Rp3 juta.

"Untuk harga tentunya bervariasi tergantung bahan dan kesulitan membuatnya," kata dia.

Pihaknya optimistis Tenun Balai Panjang dapat mendunia, apalagi sudah didukung oleh rumah produksi yang diresmikan pada Desember 2017 dan puluhan pengrajin serta dukungan dari pemerintah daerah.

Untuk mewujudkan hal tesebut, Rumah Tenun Balai Panjang juga bekerja sama dengan Rumah Kreatif BUMN (RKB) Kota Payakumbuh untuk menggelar pelatihan.

Sebelumnya Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Payakumbuh, Henny Yusnita mengatakan Rumah Tenun Balai Panjang dimasa yang akan datang tidak hanya memproduksi tenun konvensional akan tetapi pakaian siap pakai.

Ia menambahkan, setelah diberi identitas, dipromosikan, diberi rumah produksi dan galeri, maka para pengrajin masih menaruh harapan yang kepada pemerintah, salah satunya modal usaha karena menggeluti usaha tersebut butuh biaya yang relatif besar.

Di Rumah Tenun tersebut, selain tempat produksi juga tersedia ruang pamer hasil produksinya. masyarakat umum dapat menyaksikan langsung proses pembuatan tenun serta membeli produknya, tambah dia. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar