Pengoplosan elpiji bersubsidi rugikan masyarakat miskin dan negara

id elpiji,pengoplosan elpiji,pertamina

(ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Maidir (54), warga Kuranji, Padang, Sumatera Barat, kesulitan mencari gas elpiji tiga kilogram karena di kedai langganannya persediaan habis.

Setelah mencari hingga ke pusat kota akhirnya ia mendapatkan gas elpiji dengan harga Rp20 ribu per tabung, lebih mahal dibandingkan harga normal yang hanya Rp17 ribu.

"Mau bagaimana lagi kami butuh, dicari kemana-mana tidak ada, biasanya tidak pernah kosong seperti ini," katanya mengeluh.

"Kalau pakai yang 12 kilogram ada tapi mahal, biasanya kami pakai elpiji tiga kilogram tahan hingga satu bulan," lanjut Maidir.

Kelangkaan gas tersebut membuat sejumlah oknum tidak bertanggung jawab mengambil celah tersebut dengan mengoplos elpiji 12 kilogram ke elpiji tiga kilogram.

Namun Polresta Padang berhasil menangkap enam pelaku yang diduga menyalahgunakan elpiji bersubsidi dengan menyalin ke tabung 12 kilogram untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Keenam pelaku diringkus di sebuah gudang pengisian tabung gas di jalan Air Paku Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji pada Senin (22/1).

Petugas menyita barang bukti berupa lima tabung gas ukuran 12 kilogram, lima tabung gas berukuran 3 kilogram, 21 unit regulator yang berfungsi memindahkan gas.

Selain itu, petugas juga menemukan 281 segel gas merek SGB dan 400 buah tabung gas yang masih di gudang.

Kapolresta Padang Kombes Pol Chairul Aziz mengatakan dari pengakuan pelaku mereka dapat meraup keuntungan sekitar Rp100 juta dalam satu minggu.

Pengungkapan tersebut dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat yang curiga dengan aktivitas yang ada di gudang tersebut.

Merugikan

Menyikapi hal itu PT Pertamina menilai pengoplosan elpiji bersubsidi tiga kilogram merupakan tindakan yang merugikan masyarakat miskin karena sama artinya mengurangi hak mereka dalam menggunakan bahan bakar.

"Ketika ada yang mengoplos elpiji tiga kilogram artinya subsidi lari kepada yang tidak berhak dengan cara melanggar hukum," kata Area Manajer Marketing dan Relation Pertamina Sumbagut Rudi Arifianto di Padang, Selasa malam (23/1) saat bersilaturahim dengan awak media.

Pertamina mendukung langkah yang diambil Polresta Padang menangkap pelaku pengoplosan elpiji bersubsidi karena hal ini merupakan komitmen Kapolri menjaga elpiji tiga kilogram tepat sasaran penggunaannya.

"Pengoplosan itu sama artinya mengurangi hak masyarakat miskin dan industri kecil," katanya.

Ia menilai jika pelaku berhasil mengoplos 100 tabung dalam sehari berarti dalam sebulan dalam sebulan sama dengan mengoplos 3.000 tabung.

"Seandainya warga miskin menghabiskan tiga tabung dalam sebulan maka pengoplos sudah merampas hak 1.000 kepala keluarga," kata dia.

"Oleh sebab itu pengoplosan tidak hanya merugikan negara karena ada subsidi yang diselewengkan tapi juga merugikan masyarakat," lanjutnya.

Kemudian ia memastikan pengoplosan dilakukan dengan cara yang tidak aman serta tidak sesuai dengan aspek keselamatan.

Ia mengingatkan dampaknya tidak hanya kepada keselamatan yang bersangkutan saat pengoplosan, tapi juga lingkungan sekitar hingga mengancam nyawa orang lain.

"Tidak hanya itu ketika dioplos ke tabung 12 kilogram dipastikan takarannya tidak pas serta tidak sesuai standar," ujar dia.

"Ketika muncul di pasaran masyarakat pengguna juga tidak aman dan Pertamina akan diprotes padahal bukan kami yang mengisi," lanjut dia.

Ia mengimbau masyarakat bila menemukan dugaan pengoplosan elpiji agar segera melapor ke polisi.

Terkait dengan kemungkinan kanal distribusi resmi Pertamina seperti agen terlibat dalam pengoplosan ia mengatakan hal ini merupakan pelanggaran berat dan akan diberi sanksi jika terbukti.

Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya pengoplosan PT Pertamina akan memperketat kanal distribusi penyaluran elpiji bersubsidi tiga kilogram

"Untuk agen maupun pangkalan dilakukan pencatatan terstruktur siapa yang menjadi konsumennya secara manual untuk kemudian dikirim ke Pertamina," kata Area Manajer Marketing dan Relation Pertamina Sumbagut Rudi Arifianto

Akan tetapi peluang untuk melakukan pengoplosan tetap ada, oleh sebab itu Pertamina terus memperketat pengawasan kanal distribusi, lanjut dia.

Menurutnya Pertamina bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Kepolisian untuk mencegah terjadinya penyelewengan dalam distribusi elpiji tiga kilogram.

Ia mengatakan ada beberapa aspek yang penyebab peluang pengoplosan elpiji dilakukan oleh oknum tertentu mulai dari faktor harga hingga penggunaan oleh yang tidak berhak.

"Untuk pemakaian yang tidak berhak pernah ditemukan komplek perumahan yang sudah mapan namun masih memakai elpiji tiga kilogram," katanya.

Bahkan ia pernah menemukan ada usaha yang punya stok elpiji tiga kilogram hingga 500 tabung padahal usahanya sudah cukup besar.

Oleh sebab itu pihaknya terus berkomunikasi dengan pemerintah daerah agar terlibat dalam pengawasan elpiji tiga kilogram.

"Selain itu juga perlu dilakukan sidak bersama-sama ke rumah makan atau usaha komersial dan yang kedapatan menggunakan elpiji bersubsidi diberi teguran," kata dia.

Ia menyampaikan Pertamina berupaya memastikan pasokan elpiji tiga kilogram benar-benar sesuai target peruntukannya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar