Lembaga Layanan Dikti Permudah Pelayanan Kementerian Kepada Kampus di Daerah

id Herri

Koordinator Kopertis X, Prof Herri. (Antara Sumbar/MR Denya Utama)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Koordinator Kopertis wilayah X Sumbar, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau, Prof Herri mengatakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) yang direncanakan terbentuk pada tahun ini menjadi langkah untuk pemerataan kampus serta memudahkan pelayanan kementerian kepada kampus.

"Bila nantinya Kopertis menjadi L2Dikti, peranannya bertambahnya menjadi perwakilan dari Kementerian dan urusan akademik lebih mudah," ujarnya di Padang, Kamis.

Bila selama ini kampus harus melalui Kopertis dan kemudian dilanjutkan ke pusat, bila sudah ada L2Dikti layanan pusat bisa langsung dirasakan di daerah.

Dengan begitu persoalan di daerah dapat cepat terselesaikan dan pembangunan dapat cepat dilaksanakan.

"Selama ini persoalan lambatnya kampus berkembang karena harus menunggu pusat yang memakan waktu," kata dia.

Misalnya urusan akreditasi, Surat Keputusan atau beasiswa dapat segera diurus dan diselesaikan.

Begitu pun dengan pengajuan hibah penelitian dan pengabdian masyarakat juga dapat dituntaskan lebih cepat.

"Keberadaan L2Dikti akan mengakomodasi lebih banyak kampus di daerah, dan ini mempercepat perkembangannya," kata Herri.

Hanya saja secara lembaga, tantangannya semakin besar karena aspek pengelolaan lebih luas.

Menurutnya selama ini Kopertis melakukan pengawasan, pengendalian dan pembinaan selebihnya diserahkan ke pusat.

Bila telah bertransformasi jadi L2Dikti , tugasnya bertambah karena semua urusan Dikti di pusat khusus daerah Sumbar, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau akan berpindah.

Sementara salah satu mahasiswa di STKIP PGRI Sumbar Fitrie (21) berharap setiap kebijakan yang muncul di kampus swasta dapat disosialisasikan secepatnya kepada kampus khususnya dosen dan mahasiswa.

Sebab kata dia, mahasiswa membutuhkan pembaruan agar tidak salah langkah dalam melaksanakan urusan seperti akademik.

Keterbukaan informasi ini juga akan memudahkan mahasiswa dalam mengukur prestasi. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar