Realisasi restrukturisasi KUR terdampak bencana Sumatera Barat
- 11 February 2026 9:31 WIB
Pekerja memindahkan jagung pipil untuk diolah menjadi pakan ternak di tempat penjemuran padi Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (25/1/2026). Petani di daerah itu memilih beralih menanam jagung yang dapat tumbuh di tanah kering tanpa air sebagai mata pencaharian utama karena banyak sawah yang rusak dan irigasi yang tertimbun lumpur akibat banjir bandang pada November 2025. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YU
Pekerja menjemur jagung pipil untuk diolah menjadi pakan ternak di tempat penjemuran padi Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (25/1/2026). Petani di daerah itu memilih beralih menanam jagung yang dapat tumbuh di tanah kering tanpa air sebagai mata pencaharian utama karena banyak sawah yang rusak dan irigasi yang tertimbun lumpur akibat banjir bandang pada November 2025. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YU
Foto udara areal pesawahan yang rusak akibat bencana di Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (25/1/2026). Petani di daerah itu memilih beralih menanam jagung yang dapat tumbuh di tanah kering tanpa air sebagai mata pencaharian utama karena banyak sawah yang rusak dan irigasi yang tertimbun lumpur akibat banjir bandang pada November 2025. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YU