Padang, (Antara Sumbar) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping, Sumatera Barat menyatakan siklon tropis (badai) cempaka yang melanda Pulau Jawa, tidak berpengaruh terhadap curah hujan yang cukup tinggi di provinsi itu.
"Siklon cempaka posisinya cukup jauh dari Sumbar, sehingga tidak berpengaruh terhadap cuaca di sini," kata Kepala Seksi Observasi BMKG Ketaping Padangpariaman, Budi Samiadji dihubungi dari Padang, Rabu.
Menurutnya curah hujan yang tinggi dan cuaca tidak menentu di Sumbar disebabkan oleh sirkulasi siklonik atau daerah tekanan rendah di Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai serta di perairan selat Karimata.
Kemudian perlambatan dan pertemuan massa udara disekitar Mentawai dan selatan Sumbar yang berpotensi tumbuhnya awan-awan hujan dan pergerakan massa udara cenderung dari barat menuju tenggara.
"Secara umum wilayah Sumbar berawan banyak dan berpotensi hujan dengan intensitas variasi ringan hingga lebat," kata dia.
Ia menyebutkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas lebat terutama pada sore dan malam hari terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai (Siberut dan Sipora) serta perairan barat Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman , Agam ( Tiku, Lubuk Basung, Maninjau), Limapuluh Kota bagian utara dan timur, Padangpariaman bagian pesisir, dan Padang bagian pesisir.
"Berpotensi meluas ke Pesisir Selatan yakni Painan, Kambang, Tarusan, dan Lunang Silaut," ujarnya.
Kemudan hujan intensitas sedang berpotensi terjadi di Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar bagian barat, Kota Solok, Sawahlunto, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Bukitinggi, Agam bagian timur, Solok Selatan, Kabupatn Solok dan Pesisir Selatan.
Tidak hanya hujan, lanjut Budi namun juga potensi angin kencang dengan kecepatan 30 hingga 40 kilometer per jam namun tidak terjadi terus menerus di wilayah Kabupaten Solok Selatan, Pesisir Selatan, Mentawai, Kota Padang, Padangpariaman, Kota Pariaman, Agam, Pasaman Barat dan Pasaman bagian barat.
Untuk suhu udara 20 sampai 30 derajat celsius dengan kelembaban 75 hingga 98 persen.
"Untuk itu perlu diwaspadai bencana akibat kecuacaan seperti banjir, genangan air, dan longsor," tambah Budi.
Ia mengimbau masyarakat agar mewaspadai hal tersebut dan selalu membawa jas hujan ketika berkendara.
"Kami akan terus memperbaharui informasi kondisi atmosfer Sumbar," tambahnya. (*)