Museum Adityawarman Padang Tampilkan Wajah Baru

id Museum Adityawarman

Padang, (Antara) - Museum Adityawarman Padang, Sumatera Barat, sebagai tempat wisata sejarah budaya akan tampil dengan wajah baru setelah menata ruang pameran utama yang dilengkapi akses mobile.

"Penataan ruang pameran utama ini bertujuan agar pengunjung tidak bosan dilengkapi akses mobile untuk mempermudah mendapatkan informasi melalui layanan internet," kata Kepala Museum Adityawarman Padang, Noviyanty A di Padang, Jumat.

Ia mengatakan penataan baru ini dengan membuat biorama perkampungan Minangkabau di kawasan museum, kemudian pada sisi timur akan dibuat biorama yang diberi tema 'Tangan-tangan Terampil Orang Minangkabau.'

Galeri ini akan diisi dengan kerajinan khas masyarakat Minangkabau seperti jenis kain dan daun pandan.

Dengan perubahan tata letak yang dilakukan sekali lima tahun itu diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung museum.

"Ke depan museum ini juga akan dilengkapi virtual dengan gambaran keseluruhan museum, mulai dari halaman, tangga sampai ke lorong," katanya.

Untuk membangun virtual ini akan mengundang tenaga ahli yang dapat melihat keindahan di setiap sudut museum, sehingga ini akan menjadi nilai jual baru.

Selain penataan museum juga dilengkapi akses mobile dengan enam aplikasi di antaranya info, koleksi, galeri, bookmark, denah dan kontak.

Ia menyebutkan ke enam aplikasi itu dapat diakses masyarakat untuk melihat apa pun informasi yang dibutuhkan tentang museum. Akses mobile ini sekaligus bentuk upaya penyelamatan benda sejarah budaya Minangkabau.

Kebanyakan wisatawan tidak mengetahui keseluruhan isi museum, dengan denah dan informasi koleksi, mereka tidak akan melewatkan semua koleksi sejarah budaya di Minangkabau.

Untuk menguatkan identitas museum, pihaknya telah memiliki logo dengan gambar kerangka gonjong rumah gadang yang di sampingnya berdiri seorang bundo kanduang dengan payung kuning bertuliskan nama museum.

Ia mengungkapkan Museum Adityawarman juga akan menambah 1.000 koleksi etnografi yang akan dientri ke website untuk melengkapi 4.000 etnografi yang sudah dikoleksi.

"Kita akan mengacak jenis koleksi seperti kain-kain dan ornamen pakaian," ungkapnya.

Dengan jumlah koleksi sebanyak 6.176 diharapkan minat masyarakat khususnya anak muda akan terpacu mengetahui sejarah budaya Minangkabau.

"Ini merupakan magnet bagi generasi muda supaya museum diminati dan dicintai," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.