Cegah anemia defisiensi besi dengan asupan gizi

id anemia,anemia difisiensi besi,defisiensi besi,asupan gizi,makanan bergizi

Cegah anemia defisiensi besi dengan asupan gizi

Dokter spesialis gizi klinik Dr. dr. Luciana Sutanto, MS. SpGK (K) menyampaikan pentingnya pemenuhan gizi mencegah anemia dalam diskusi kesehatan bersama Danone SN Indonesia, di Jakarta, Kamis (8/1/2026). (ANTARA/Sri Dewi Larasati)

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis gizi klinik Dr. dr. Luciana Sutanto, MS, SpGK (K), menilai asupan gizi perlu diperhatikan demi mencegah anemia defisiensi besi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Kamis, dokter lulusan Universitas Indonesia itu menyampaikan anemia defisiensi besi termasuk dalam kategori anemia gizi yang erat kaitannya dengan asupan zat gizi yang tidak mencukupi.

"Kenyataannya memang kita masih mendapati anemia di Indonesia sangat tinggi, terutama anemia kekurangan zat besi (anemia defisiensi besi). Ini memang harus disikapi dengan pencegahan, terutama kesehatan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan,” kata Luciana.

Gizi menjadi salah satu aspek yang perlu diperjuangkan dalam upaya menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang berjalan optimal sejak awal kehidupan.

Perhatian pemenuhan gizi difokuskan pada 1.000 hari pertama kehidupan, terutama pada ibu hamil mulai dari masa kehamilan hingga setelah kelahiran. Persiapan gizi sebaiknya dilakukan lebih dini seperti sejak masa remaja demi mencegah anemia.

"Sebelum itu, perempuan yang akan hamil memang harus dipersiapkan kesehatannya. Remaja putri itu penting sekali tahu gizi, tahu bahwa nantinya kalau mereka akan hamil dan melahirkan itu harus siap. Karena kalau tiba-tiba hamil, tapi, enggak sehat, perjuangannya menjadi lebih kompleks lagi,” tutur Luciana.

Pewarta :
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.