Minggu, 24 September 2017 - 4 Muharram 1439 H

BPJS Kesehatan Ajak Siswa Mentawai Hidup Sehat

Penyerahan secara simbolis Pojok Kupas dan alat olahraga dari BPJS Kesehatan oleh Asisten Deputi Direksi Bidang Monitoring dan Evaluasi Wilayah Sumbagteng-Jambi Andi Ashar kepada perwakilan guru SDN 13 Tua Pejat, Mentawai.
Tua Pejat, (Antara Sumbar) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Padang mengajak siswa di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat untuk menerapkan perilaku hidup sehat sejak dini agar terhindar dari penyakit katastropik.

"Dari tahun ke tahun, dana jaminan kesehatan yang terserap untuk membiayai penyakit katastropik terus meningkat, kalau dibiarkan dapat membawa dampat kurang baik bagi kualitas kesehatan penduduk maupun keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)," kata Asisten Deputi Direksi Bidang Monitoring dan Evaluasi Wilayah Sumbagteng-Jambi Andi Ashar di Tua Pejat, Rabu.

Ia menyampaikan hal itu dalam acara Hidup Sehat Bersama BPJS Kesehatan di hadapan ratusan pelajar SD 013 Tua Pejat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-49 BPJS Kesehatan.

Oleh sebab itu, menurutnya, penting mengajarkan anak-anak sejak dini untuk membiasakan perilaku sehat setiap hari.

Ia mengajak pelajar membudayakan pola hidup sehat sejak dini sehingga dapat terhindar dari penyakit katastropik seperti jantung, gagal ginjal serta kanker atau stroke.

Penyakit katastropik cenderung terjadi karena faktor kebiasaan perilaku hidup tidak sehat seperti berlebihan mengonsumsi makanan cepat saji , kurang olahraga dan gizi tak seimbang, ujar dia.

Di sisi lain ia memberi ilustrasi jika ada satu orang peserta JKN-KIS melakukan operasi jantung dengan biaya Rp160 juta rupiah, dengan iuran rata-rata Rp51.000, per bulan maka diperlukan sebanyak 3.737 orang peserta JKN-KIS yang sehat dan tertib membayar iuran.

"Kalau hanya peserta yang sakit saja yang membayar iuran dan tidak membayar iuran lagi ketika sudah sehat, dari mana kita bisa membiayai pelayanan kesehatan peserta lainnya yang membutuhkan?" lanjut dia.

Dalam kesempatan itu Andi juga mengajak pelajar membangun rasa kepedulian, kerelaan membantu sesama dan gotong royong dalam diri masing-masing.

"Peran serta seluruh masyarakat dan generasi muda dalam mengawal keberlangsungan program JKN-KIS di Indonesia sangatlah besar," katanya.

Sejalan dengan itu Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang Padang Sistri Sembodo mengatakan selain memberi edukasi tentang pola hidup sehat dan makna gotong royong, BPJS Kesehatan juga melakukan pemeriksaan kesehatan untuk siswa dan masyarakat sekitar.

"Kami bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dalam menyediakan pemeriksaan kesehatan telinga, gigi dan mulut pada kegiatan tersebut," ujar dia.

Sementara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berencana melakukan penandatanganan MoU dengan BPJS Kesehatan terkait perluasan Kepesertaan dan Peningkatan Kesadaran dan Kepatuhan Program JKN-KIS menuju Universal Health Coverage.

"Kegiatan di SDN 013 Tuapejat ini merupakan bentuk dari komitmen kami untuk melakukan kerja sama dalam peningkatan kualitas Program JKN-KIS," kata Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabaeleake.

"Kami berterima kasih kepada BPJS Kesehatan, karena dari 13 lokasi di Indonesia, Mentawai menjadi salah satu pilihan untuk kegiatan promotif dan preventif, apalagi Mentawai merupakan satu-satunya kabupaten kepulauan," ujar dia.

Menurut dia hal ini sesuai dengan semangat Nawa Cita Presiden untuk membagun Indonesia dari pulau-pulau terluar Indonesia, pembangunan infrastuktur harus diikuti pembangunan kesadaran manusia terutama dalam hal kesehatan.

"Keadaan geografis Mentawai juga sangat tepat dengan pola promotif preventif sebagaimana yang digalakkan BPJS Kesehatan," kata Kortanius.

Ia menambahkan ajakan Hidup Sehat dari BPJS Kesehatan pun juga sejalan dengan tujuh Pesan Sikerei untuk menyehatkan Nusantara yaitu mengonsumsi makanan bergizi, berolah raga serta tidak merokok dan istirahat cukup.

Ia menjelaskan Sikerei merupakan pranata adat yang memiliki peran sebagai ahli pengobatan dan dipercaya masyarakat Mentawai dapat memberikan kesembuhan berbagai penyakit dengan memberikan ramuan dan ritual pengobatan sejak 500 tahun yang lalu.

Kortanius berharap kerja sama dengan BPJS Kesehatan terus ditingkatkan dengan mengoptimalkan semua ruang lingkup yang akan disepakati dalam MoU demi terciptanya Program JKN-KIS yang berkualitas. ***4***





Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Riko Syaputra
Lubuk Sikaping, (Antara Sumbar) - Petugas Rumah Tahanan kelas II B Lubuk Sikaping kembali kecolongan setelah satu warga binaannya ...
Baca Juga