Kabupaten Solok tingkatkan kepemilikan KIA dukung validasi NISN

id Pemkab Solok, tingkatkan kepemilikan, KIA, dukung validasi, NISN

Kabupaten Solok tingkatkan kepemilikan KIA dukung validasi NISN

Sekda Kabupaten Solok Medison saat mengikuti Call To Service season 1 : KIA tertib, NISN valid Pemkab Solok libatkan guru SD dan TK. ANTARA/HO-Diskominfo Solok.

Solok (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat (Sumbar), terus berupaya meningkatkan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) guna mendukung validasi Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) di daerah setempat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Solok Ricky Carnova di Solok, Minggu, menjelaskan KIA merupakan dokumen resmi bagi anak umur di bawah 17 tahun yang berfungsi layaknya KTP untuk orang dewasa.

Ia menyebutkan terdapat dua jenis KIA yaitu KIA untuk anak usia 0-5 tahun (tanpa foto) dan KIA untuk anak usia 5-17 tahun kurang sehari (dilengkapi foto).

Ricky menegaskan KIA memiliki berbagai manfaat, seperti melindungi pemenuhan hak anak, menjamin akses ke berbagai sarana umum, memudahkan identifikasi jika terjadi peristiwa darurat, dan mempermudah akses anak terhadap layanan publik.

Disdukcapil Kabupaten Solok, lanjutnya, telah melakukan berbagai inovasi untuk mempercepat penerbitan KIA, antara lain melalui kerja sama dengan Bidan Mandiri untuk memastikan anak memperoleh identitas sejak lahir.

Selain itu menciptakan Program TAKESI (Tuntas Akta Kelahiran dan KIA bagi Siswa TK) guna mempercepat kepemilikan KIA di kalangan anak usia dini. Ada inovasi juga STEMPEL CAP POS (Serah Terima KIA dan KTP-el) yang memudahkan distribusi dokumen kependudukan, serta Program Anak Teladan yang memungkinkan penerbitan Akta Kelahiran dan KIA melalui layanan mandiri bidan.

Sebagai langkah kreatif dalam sosialisasi KIA, Disdukcapil Kabupaten Solok juga menjalin kerja sama dengan Playground Kids Solok.

"Dalam upaya mensosialisasikan KIA, kami juga bekerja sama dengan Playground Kids Solok, dimana setiap anak yang telah memiliki KIA akan mendapatkan diskon sebesar Rp5 ribu untuk bermain di sana," ujar Ricky.

Ia juga menargetkan pada tahun 2025 seluruh anak-anak tingkat TK/PAUD di Kabupaten Solok sudah memiliki KIA. Oleh karena itu ia meminta dukungan dari seluruh guru SD dan TK untuk menyosialisasikan pentingnya KIA kepada orang tua dan wali murid.

"Kami berharap para guru dapat mendorong orang tua agar segera mengurus KIA bagi anak-anak mereka. Ini bukan hanya soal kepemilikan dokumen, tetapi juga upaya mendukung validasi NISN," ujarnya.

Di samping itu Sekda Kabupaten Solok Medison menegaskan pentingnya percepatan kepemilikan KIA, terutama bagi anak-anak TK dan SD. Sekda juga mengajak seluruh pihak untuk memastikan seluruh anak TK di Kabupaten Solok memiliki KIA pada tahun 2025.

"Melalui langkah kecil ini, kita ingin mewujudkan langkah besar dalam digitalisasi pemerintahan. Ke depan pelayanan di RSUD, puskesmas, kantor camat, dan wali nagari juga akan berbasis daring," katanya.

Ia juga mengharapkan dengan adanya program tersebut seluruh masyarakat, khususnya para tenaga pendidik, dapat berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya KIA, sehingga anak-anak di Kabupaten Solok dapat memperoleh hak identitas secara lebih mudah dan cepat.