Padang siapkan 1.000 dosis vaksin antisipasi penyebaran PMK

id penyakit mulut kaki,penularan pmk,cegah pmk,penyakit hewan menukar,antisipasi pmk

Padang siapkan 1.000 dosis vaksin antisipasi penyebaran PMK

Petugas memeriksa kesehatan hewan ternak di Kota Padang. ANTARA/Fandi Yogari

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menyiapkan 1.000 dosis vaksin untuk mencegah atau mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku atau PMK terhadap hewan ternak di kota tersebut.

"Kota Padang sudah menerima 1.000 dosis vaksin dan segera kami distribusikan sebelum ternak warga tertular PMK," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani di Padang, Jumat.

Yoice mengatakan hingga saat ini belum ada laporan hewan ternak seperti sapi yang terinfeksi PMK. Kendati demikian, pemberian dosis vaksin merupakan langkah atau mitigasi awal Dinas Pertanian dalam mengantisipasi penyebaran PMK di Kota Padang.

Pemberian 1.000 dosis vaksin tersebut merupakan mandat langsung dari Kementerian Pertanian guna mengantisipasi penyebaran PMK di Indonesia khususnya di Kota Padang.

"Untuk laporan belum ada, tapi kami masih memonitoring penyebaran PMK di Kota Padang," kata Yoice.

Ia mengatakan bagi masyarakat yang hewan ternaknya sudah terlanjur terjangkit PMK diimbau segera melaporkannya ke Dinas Pertanian Kota Padang untuk ditindaklanjuti oleh petugas kesehatan hewan.

"Bagi masyarakat yang ternaknya saat ini terjangkit PMK kami minta segera melaporkannya, agar tidak menular ke ternak yang lain," katanya.

Sebagai solusi pencegahan penyebaran PMK Dinas Pertanian Padang menyarankan masyarakat secara rutin membersihkan kandang ternak. Selain itu, pemilik ternak juga harus menyemprotkan disinfektan.

Kemudian, untuk mencegah penyebaran PMK Dinas Pertanian setempat juga aktif melakukan pengawasan terhadap hewan ternak dari luar Kota Padang yang akan diperjualbelikan.

"Setiap hewan ternak yang masuk ke Kota Padang akan kita lakukan pengecekan supaya penyakit menular ini tidak menjangkit hewan ternak lainnya," ucapnya.*