
PkM FKG Unbrah, intervensi kesehatan gigi dan mulut terpadu di zona krisis pasca debris flow dan gangguan sanitasi di hulu DAS Padang

Padang (ANTARA) - Banjir dan galodo yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang pada akhir Desember 2025 berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat, termasuk akses terhadap layanan kesehatan dan ketersediaan air bersih di wilayah terdampak.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah (FKG Unbrah) melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan gigi serta penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat terdampak banjir dan galodo.
Kegiatan PkM ini mengambil tema "Intervensi Kesehatan Gigi dan Mulut Terpadu (TERPADU) di Zona Krisis Pasca Debris Flow dan Gangguan Sanitasi di Hulu DAS Kota Padang, Sumatera Barat".
Kegiatan pengabdian masyarakat yang juga dibiayai dari hibah Kemensaintekdikti 2025 tersebut dilaksanakan pada Desember 2025 dan menyasar warga di Kecamatan Pauh, Kecamatan Nanggalo, dan Kecamatan Koto Tangah yang menjadi wilayah terdampak bencana.
Pelayanan kesehatan gigi dilakukan oleh tim FKG Unbrah yang terdiri atas enam dosen dan 15 mahasiswa, bekerja sama dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, serta Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Baiturrahmah.
Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan pemeriksaan dan perawatan kesehatan gigi kepada sebanyak 665 warga terdampak banjir dan galodo.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 371 anak mendapatkan aplikasi fluoride sebagai upaya pencegahan gigi berlubang. Pelayanan dilakukan di tiga sekolah dasar, yakni SD Negeri 002 Cupak Tangah Kecamatan Pauh, SD Negeri 017 Kecamatan Nanggalo, dan SD Negeri 029 Dadok Kecamatan Koto Tangah.
Selain pelayanan kesehatan gigi, FKG Unbrah juga membangun tiga fasilitas cuci tangan komunal serta menyediakan tiga titik sumber air bersih berupa sumur bor di wilayah terdampak.
Pembangunan sumur bor tersebut masing-masing dilakukan di Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto Kecamatan Koto Tangah, Kelurahan Tabiang Banda Gadang Kecamatan Nanggalo, dan Kelurahan Cupak Tangah Kecamatan Pauh.
Tim juga menyalurkan sebanyak 1.500 paket perlengkapan kebersihan kepada masyarakat, yang terdiri dari sikat dan pasta gigi, sabun mandi, sabun cuci piring, deterjen, serta tisu basah.
Selain itu, edukasi kesehatan gigi dan kebersihan diri diberikan kepada 202 orang dewasa dan 409 anak-anak guna mencegah munculnya masalah kesehatan pascabencana.
Kegiatan PkM ini menegaskan bahwa layanan kesehatan gigi dan penyediaan air bersih merupakan kebutuhan mendesak pascabencana karena berkaitan langsung dengan kebersihan dan pencegahan penyakit.

Dengan telah seluruh fasilitas air bersih yang dibangun telah diserahkan kepada pemerintah setempat, sementara data pelayanan kesehatan dicatat secara digital untuk mendukung pemantauan lanjutan oleh instansi terkait.
Harapannya ini dapat bermanfaat untuk memberikan keringanan bagi warga yang terdampak untuk kembali beraktivitas dan melanjutkan kehidupannya.*
Penulis : drg. Ricky Amran, MARS dan Tim PkM FKG
Pewarta: .
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
