PT Aviasi Pariwisata Indonesia dukung wisata Sawahlunto melalui integrasi penerbangan, hotel dan pariwisata

id berita sawahlunto,berita sumbar,wisata

PT Aviasi Pariwisata Indonesia dukung wisata Sawahlunto melalui integrasi penerbangan, hotel dan pariwisata

Wakil Wali Kota Sawahlunto Zohirin Sayuti bersama Dirut PT. Aviasi Pariwisata Indonesia Dony Oskaria dan sejumlah undangan lain, menabuh tambur sebagai tanda rebranding Inna Ombilin Hotel menjadi Hotel Khas Ombilin Sawahlunto, Jum'at. (Antarasumbar/Yudha Adaha)

Sawahlunto ini memiliki potensi besar dan kuat, keunikan dari heritage (kota tua) yang dipengaruhi oleh arsitektur Belanda menjadi ciri khas untuk daya tarik pariwisata,
Sawahlunto (ANTARA) - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) mendukung pengembangan pariwisata dan peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Direktur Utama PT. Aviasi Pariwisata Indonesia, Dony Oskaria di Sawahlunto, Jum'at, mengatakan pihaknya mulai mengintegrasikan dukungan dari sektor aviasi (penerbangan), perhotelan dan pariwisata untuk Kota Sawahlunto.

"Sawahlunto ini memiliki potensi besar dan kuat, keunikan dari heritage (kota tua) yang dipengaruhi oleh arsitektur Belanda menjadi ciri khas untuk daya tarik pariwisata. Sebagai holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengurus pariwisata maka kami akan mulai masuk membantu mengupgrade (meningkatkan) berbagai penunjang pariwisata Sawahlunto," jelas dia.

Ia mengatakan konsep peningkatan bagi pembangunan wisata Sawahlunto bukanlah dengan modernisasi yang akan membuat kota menjadi layaknya metropolitan, namun sebaliknya mengembalikan dan melestarikan nilai-nilai orisinal atau otentik dari kota itu.

"Saya ingin menyampaikan kita jangan selalu berpikiran kalau modernisasi suatu kota itu dengan membangunnya menjadi penuh gedung bertingkat, fasilitas mewah dan canggih segala macam. Saya tidak mau Sawahlunto dibuat seperti itu, karena roh/spirit kota ini adalah kota tua yang penuh kekayaan sejarah dan budaya, jadi itu yang harus diperkuat dan dimunculkan dengan lebih tertata serta berkualitas," ujar dia.

Kota Sawahlunto, menurutnya sudah memiliki modal besar dari kekayaan sejarah dan budaya yang ada serta warisan bangunan dengan sentuhan zaman kolonial Belanda dulu, untuk melengkapi itu yang diperlukan adalah peningkatan kebersihan/kerapian dan kualitas service (pelayanan) kepada wisatawan.

"Di momen ini saya hadir ke Sawahlunto untuk rebranding Hotel Inna Ombilin menjadi Khas Ombilin Sawahlunto, yang merupakan hotel milik BUMN di bawah holding PT. Aviasi Pariwisata Indonesia. Ini adalah langkah awal kami berkontribusi mendukung pariwisata Sawahlunto dengan menyediakan sarana prasarana perhotelan yang representatif," sebut dia.

General Manager Hotel Khas Ombilin Sawahlunto, Budi Rizki menjelaskan hotel itu menyediakan 17 kamar dengan tipe superior dan deluxe, sekarang sedang ditambah kamar baru untuk mencapai target 100 kamar.

"Kami pun melengkapi fasilitas dengan restoran dan meeting room. Sementara pada masa pandemi COVID-19 ini hotel menerapkan protokol kesehatan (prokes) sehingga melindungi kesehatan tamu-tamu maupun petugas kami," katanya.

Wakil Wali Kota Sawahlunto, Zohirin Sayuti menyebut kehadiran hotel Khas Ombilin Sawahlunto telah berperan strategis dalam menyediakan pilihan penginapan yang berkualitas di Kota Warisan Dunia versi UNESCO tersebut.

"Dalam kota wisata, adanya hotel dan penginapan representatif dan berkualitas sangat penting. Kini Kota Sawahlunto merasa semakin percaya diri dalam menjual pariwisatanya dengan infrastruktur pariwisata yang dilengkapi keberadaan Khas Ombilin hotel ini," ujar dia.

Ia mengatakan, dalam mencapai maksimalnya wisatawan membelanjakan uangnya di Sawahlunto memang mutlak diperlukan mereka menginap sehingga wajib ada hotel/penginapan yang memberikan keamanan dan kenyaman tamu.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2022