BNN antisipasi narkotika dampak dari pandemi COVID-19

id Badan Narkotika Nasional, bnn,dampak COVID-19 ,Peredaran narkoba,bahaya narkoba

BNN antisipasi narkotika dampak dari pandemi COVID-19

Pelantikan 10 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan BNN pusat maupun daerah. (ANTARA/HO-Humas dan Protokol BNN)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Reinhard Golose mengingatkan jajarannya agar mengantisipasi sedini mungkin dampak sosial dari pandemi COVID-19, yakni kemiskinan dan kesehatan yang berpotensi membuat masyarakat rentan menyalahgunakan narkotika.

"Kita harus antisipasi khususnya di kalangan generasi muda. Kita juga harus bisa menghadapi tantangan pemasaran narkotika melalui dark web," kata Reinhard Golose usai melantik 10 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan BNN pusat maupun daerah melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Jenderal bintang tiga tersebut mengingatkan dalam situasi pandemi COVID-19 BNN harus tetap bekerja optimal sesuai tugas yang diamanahkan negara, yakni penanggulangan narkotika di Tanah Air.

Untuk itu, lanjut Reinhard Golose, penting bagi setiap personel di BNN untuk meningkatkan kemampuan diri terutama dalam hal penguasaan teknologi dan informasi.

Penekanan itu dilatarbelakangi dengan adanya data peningkatan penggunaan ganja sebanyak 42 persen dari 77 negara di dunia berdasarkan hasil survey of health professionals.

Pada kesempatan itu, ia kembali mengingatkan pentingnya mengobarkan semangat perang melawan narkoba guna mewujudkan Indonesia bersinar dan bebas dari narkotika.

10 pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik oleh Kepala BNN, yakni Kenedy sebagai Direktur Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Robinson D.P. Siregar sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, Toga Habinsaran Panjaitan sebagai Kepala BNNP Sumatera Utara.

Selanjutnya, Kepala BNNP Bengkulu ditempati oleh Supratman, Jafriedi sebagai Direktur Advokasi Deputi Bidang Pencegahan BNN RI, Edi Swasono sebagai Kepala BNNP Lampung, Roy Hardi Siahaan Kepala BNNP Kalimantan Tengah, Tjatur Abrianto sebagai Kepala BNNP Papua.

Kemudian, Wisnu Handoko dilantik sebagai Kepala BNNP Maluku Utara dan terakhir Edhy Moestofa menempati jabatan Inspektur Pengawasan dan Pemeriksaan Khusus Inspektorat Utama BNN RI.

Kepala BNN berharap sepuluh pejabat yang dilantik tersebut dapat segera menyesuaikan dan memiliki semangat untuk menumbuhkan motivasi dalam membuat terobosan baru yang positif.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar