Berawal dari keracunan udang, Syafrizal akhirnya budidaya lobster air tawar dan berkembang

id budidaya lobster,agam

Berawal dari keracunan udang, Syafrizal  akhirnya budidaya lobster air tawar dan berkembang

Petambak memperlihatkan udang lobster hasil budidaya keramba apung di Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Kamis (9/9/2019) (Antara/Ampelsa)

Lubukbasung, (ANTARA) - Seorang warga Siguhuang, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Syafrizal (63) membudidayakan lobster air tawar secara otodidak dalam mengatasi kepunahan di perairan itu.

"Budidaya lobster ait tawar ini saya lakukan semenjak 2015 di halaman rumah dan semenjak dua bulan lalu telah dikembangkan di empat unit kolam di lahan seluas 700 meter persegi," katanya di Lubukbasung, Selasa.

Ia mengatakan, budidaya udang lobster itu dilakukan setelah warga sekitar sering meracun udang di sungai dekat rumah.

Dengan kondisi itu, udang lobster air tawar akan punah dan pihaknya berkeinginan untuk melestarikan dengan membudidaya di rumah secara otodidak secara alami dan membrosing di youtube bersama anak laki-lakinya atas nama Muhammad Defrizal (21).

Setelah itu, anaknya menangkap induk udang lobster air tawar di sungai sekitar rumah dan dibudidayakan di halaman rumah.

"Udang dipijahkan atau dikawinkan di kolam. Beberapa minggu udang bertelur dan menetas. Saat ini jumlah induk udang yang saya miliki 400 ekor," kata mantan sopir angkot di Jakarta.

Ia menambahkan, budidaya udang itu sukses dan pihaknya bergabung dengan grup udang lobster air tawar. Anggota grup dari Kota Padang selama ini memesan udang lobster air tawar ke Jakarta.

Dari informasi itu, dirinya mencoba menawarkan bibit udang dan transaksi berlangsung beberapa kali.

"Atas dasar itu, permintaan udang lobster air tawar cukup banyak dari Sumatera Utara sampai Lampung. Bahkan permintaan sampai ke Singgapura melalui distributor dari Kota Batam, tetapi tidak bisa dipenuhi akibat kesulitan dalam pengiriman," katanya.

Induk udang lobster air tawar itu dijual Rp200 ribu per set dengan lobster jantan empat ekor dan betina enam ekor dengan ukuran lima inci. Sedangkan ukuran empat inci dijual Rp150 ribu per set.

Untuk di konsumsi dengan harga Rp100 ribu per kilogram dengan ukuran 12 centimeter.

"Permintaan induk udang mencapai 50 set per bulan dan untuk konsumsi 20 kilogram per bulan," katanya.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto menambahkan budidaya udang lobster air tawar itu bakal dikembangkan di Agam, karena permintaan sangat tinggi.

Pihaknya akan membantu induk dan teknologi budidaya kepada kelompok.

"Kita siap membantu kelompok pembudidaya ikan dalam mengembangkan usaha mereka," katanya.(*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar